Assalamu’alaikum Wr. Wb
Kepada Pak Ustadz yang terhormat: Saya mau tanya pertanyaan mendasar, Sebenarnya manusia diciptakan untuk apa? Benarkah untuk melihat kebesaranNya? Terima kasih.
Wasalamu’alaikum Wr. W
oshien_dita@xxxx.xxx
Jawab:
Ciptaan itu hanya bayang-bayang, tidak nyata. Manusia diperintah untuk memandang keagunganNya agar menyadari bahwa ia tak lebih dari bayang-bayang, dan harus kembali kepada Sang Pemilik Bayangan, yaitu Al-Haq Ta’ala. Sebagai bayang-bayang, haruslah tunduk kepada Sang Empunya bayang. Ketundukan itulah disebut sebagai kepatuhan ibadah.
Seluruh alam semesta, lahir dan batin, dunia dan akhirat, langit dan bumi, dan di atas langit sekali pun adalah bayang-bayang itu sendiri. Jangan menyembah bayang-bayang, jangan pula patuh pada bayangan, karena bayangan bisa jadi berhala yang engkau Tuhankan. Pintu gerbang dan rahasia bayang-bayang itu ada pada diri manusia, dan manusia adalah RahasiaNya, begitu juga Dia adalah rahasia manusia.
Jika engkau tidak mampu memandang Sang empunya bayangan, maka engkau harus yaqin bahwa Dia terus memandangmu.



