“Kajilah dengan baik dan rutin kitab-kitab para ulama tasawuf, seperti kitab-kitab Syaikh Ahmad ar-Rifa’i, Syaikh Abdul Wahhab asy-Sya’rani, Imam Ghazali, dan lain-lain. Dan jangan sekali-kali menghiraukan ocehan-ocehan kosong para musuh tasawuf yang mengklaim kaum sufi sebagai komunitas terbelakang, pasif, dan hanya sibuk berdzikir. Teruslan menghidupkan dzikir, sebab tiada pejuang sukses tanpa menjiwai nikmatnya hakikat dzikir”, demikian himbau al-Habib Ali, sang ulama luar biasa asal Yaman itu.
Seorang undangan kehormatan dari Aljazair, Prof. Dr. Muhammad bin Brikah juga mengemukakan, “bahwa tasawuf adalah kebutuhan batin, karena kita memiliki lima indera batin, sebagaimana panca indera lahir. Menurutnya, sendi dari tasawuf adalah dzikir, syaikh (guru spiritual), etika lahir dan batin (adab), dan bai’at (janji setia). Dalam lintas peradaban, seorang sufi selalu ikut serta berdialog dengan manusia pada zamannya, dan dialektika tersebut tanpa disertai negative thinking, melainkan dengan positive thinking dan optimisme terhadap kebaikan seseorang. Dia mencontohkan, tatkala Syaikh Abdul Wahhab asy-Sya’rani diminta mendoakan rombongan pemabuk, beliau berdoa: “Ya Allah sebagaimana Engkau membahagiakan mereka di dunia, bahagiakanlah mereka di akhirat”, lantas beliau ditanya, bukankah mereka para pendosa yang tak pantas berbahagia di akhirat?, Syaikh Abdul Wahhab Ra. menjawab: “Bukankah taubat yang akan membahagiakan mereka di akhirat kelak?”. “Seorang sufi tak ada sedikitpun kebencian dalam hati nuraninya, dan memandang dunia dengan nuansa cinta”, tuturnya.
Prof. Dr. Muhammad bin Brikah juga menyebutkan dengan singkat bahwa hamba yang tidak mengikuti seorang syaikh sufi maka setan lah yang akan mengguruinya, dengan mengutip pernyataan Syaikh Abu Yazid al-Busthami Ra. Beliau juga menambahkan bahwa tradisi-tradisi sufi seperti dzikir, perayaan maulid, dan lain-lain wajib dilestarikan. Demikian pula pengalaman-pengalaman spiritual seperti fana’ harus dimaklumi dan bukan dijustifikasi. Tak terkecuali pengamalan-pengamalan batin semisal syukur, yakin, dan lain sebagainya, semuanya memiliki dasar yang kukuh dalam prinsip-prinsip agama Islam, yang apabila diamalkan dengan segenap jiwa raga oleh hamba yang sufi, maka akan megantarnya dan juga sekitarnya kepada kehidupan yang lebih jaya nan mulia.
Berikut ini nama-nama tokoh penting lainnya yang memukau para peserta muktamar dengan orasi-orasi mereka :
1. Dr. Osama al-Azhari (cendekiawan muda al-Azhar).
2. Ust. Abdurrahman al-Bar (wakil dari Syaikh Muhammad Badi’, Pimpinan IM).
3. Syaikh Muhammad al-Mukhtar al-Mahdi (Pimpinan Jam’iyah Syar’iyah Mesir).
4. Syaikh M. Abdul Ba’is al-Kattani (ulama hadits dari Alexandria dan penasehat keislaman negeri Kedah Malaysia).
5. Syaikh Abdullah al-Kurdi (Pimpinan Persatuan Ulama Iraq).
6. Dr. Yahya ar-Rafi’i (guru besar fikih Universitas Beirut Libanon).
7. Dr. Abdunnashir al-Jabri (Dekan Akademi Internasional Libanon).
8. Syaikh Abdul Fattah al-Buzm (Mufti Damaskus Syiria).
9. Syaih Taisir at-Tamimi (mantan Ketua Pengadilan Agama Palestina).
10. Syaikh Yusuf ar-Rifa’i (mantan Menteri Wakaf Kuwait).
11. Syaikh Abu Bakar Ahmad (Rektor Universitas Peradaban Islam Sunni India).
12. Dr. Ali Fayyadh (Wakil Pimpinan Parlemen Libanon).
13. Syaikh Syaikh Abdurrazzaq Qassum (Pimpinan Persatuan Ulama Aljazair).
14. Ust. Muhammad Shubhi (artis kenamaan Mesir).
15. Dr. Din Muhammad Mira (Dekan studi Islam Universitas Qatar).
16. Dr. Hamzah Deb Musthafa (mantan Dekan Fakultas Dakwah dan Ushuluddin el-Quds University, Anggota Majelis Fatwa, serta Pimpinan Dakwah dan Penyiaran Islam Palestina).
17. Dr. Abdullah Syarif (Syaikh Tarekat Wazaniyah Syadzuliyah dan Pimpinan Yayasan Maulaya Abdullah Syarif al-Wazani Maroko).
18. Usth. Hakimah asy-Syami (dosen tasawuf di Maroko).
19. Dr. Ridwan Sa’id (ulama’ besar Yordania).
20. Dr. Madih al-Kurdi (ulama besar Iraq).
21. Dr. Tsana’ullah al-Azhari (cendekiawan muslim asal Pakistan).
22. Dr. M. Abdussalam (cendekiawan muslim asal Prancis).
23. Syaikh Muhammad Ali al-Hasyimi (Pimpinan Front Nasional Islam Uni Emirat Arab).
24. Dr. Ghulam Syamsurrahman (ulama Pakistan).
25. Syaikh Daud Jibril (cendekiawan muslim Perancis).
26. Dr. Yunus Joforwa (cendekiawan muslim Perancis).
27. Syaikh Ahmad Jan al-Azhari (ulama besar Pakistan dan Kepala Advokasi dan Kebudayaan Islam Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Internasional Islamabad).
28. Dr. Ahmad Bosna (cendekiawan muslim Aljazair).
29. Dr. Jehan Baghjoan (cendekiawan muslim asal Swiss).
30. Dr. Abdul Baqi Meftah (Syaikh Tarekat Balqayadiyah Qadiriyah Aljazair).
31. Dr. Abdul Hadi al-Kurdi (ulama Besar Iraq).
32. Dr. Ahmad Abu Karimah (dosen syariat Islam di Universitas al-Azhar Mesir).
33. Dr. Muhammad Muddatsir (cendekiawan muslim asal Italia).
34. Ust. Rajab Esteba (politikus Libya yang sempat tinggal di Malaysia).
35. Syaikh Muhyiddin al-Asnawi (salah seorang mursyid Tarekat Muhammadiyah Syadzuliyah).
36. Dr. Muhammad Shalih ash-Shalih (Guru Besar Pascasarjana dan Anggota Majlis Ilmiyah Universitas King Saud Madinah Arab Saudi).
37. Dr. Taysir Abu Khasyrif (pembantu Menteri Wakaf Mesir).
38. Dr. Ra’fat Ghanimi (mantan Dekan Fakultas Sastra di beberapa Universitas ternama Mesir).
39. Prof. Dr. Amin Yusuf Odah (cendekiawan muslim Yordania).
40. Dr. Abdurrahman Abbad (ulama besar Palestina).
41. Ust. Amr al-Laitsi (reporter kenamaan Mesir).
42. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh lainnya.



