Seseorang Beserta Orang Yang Dicintai

Harus dibaca juga..

Sebagian Sufi mengatakan:

  • Siapa yang hanya bagi Allah swt , maka Allah swt. hanya baginya: Yakni siapa yang berselaras dalam urusan Allah swt, maka  Allah swt, mengurusinya.
  • Siapa yang berada dalam Dzikrullah, maka Allah swt senantiasa mengingatnya.
  • Siapa yang berada dalam Cinta kepada Allah swt, maka Allah swt, dalam cintanya.
  • Siapa yang berada dalam jalan meraih Ridlo Allah swt, maka Allah swt, berada dalam Ridlo kepadanya. “Siapa yang berpegang teguh pada Allah maka benar-benar ia diberi hidayah jalan mustaqim (yang lurus menuju Allah).”

Rasulullah saw, bersabda:
“Siapa yang cinta bertemu Allah swt, maka Allah swt Cinta pula menemuinya. Siapa yang benci bertemu Allah swt,
Allah swt pun membenci bertemu dengannya.”

Aturan Hukum Kaum ‘Arifin .
Diantara aturan kaum ‘Arifin:

  • Siapa yang diuji melalui amal ibadahnya sang hamba, maka hendaknya ia menggunakan pakaian dari besi.
  • Siapa yang rela pada  sedikit dunia, ia akan istirahat dari kesibukan yang menumpuk.
  • Siapa yang ambisi pada dunia, pada saat yang sama ia sedang jauh dari Allah Ta’ala.
  • Siapa membuka tutup ketaqwaan, maka langit yang luhur tak akan menutupinya.
  • Siapa yang memandang akibat-akibat perkara yang dijalaninya, ia akan selamat dari tahun-tahun yang berganti.
  • Siapa yang tidak menerima sedikit, ia akan susah berkepanjangan.
  • Siapa mencabut pedang taqwa dari sarungnya, ia akan memukul leher-leher kontra Tuhannya.
  • Siapa yang terus menerus memanjakan kesenangan, selamanya akan terpedaya.
  • Siapa yang tidak bisa menjaga ucapannya, maka akan rusak perilakunya.
  • Siapa yang tidak mengenal tempat bahayanya, ia tidak mengenal tempat manfaatnya.
  • Siapa yang kontra dengan pergaulan kaum penyimpang agama,  Allah swt, akan menggantikan dengan pergaulan orang-orang yang baik.
  • Siapa yang meraih kemuliaan tanpa kebenaran, Allah swt. akan menghinakannya dengan kebenaran.
  • Siapa yang menelantarkan hari-hari tanamnya, ia akan menyesal di hari-hari panennya.
  • Siapa yang pasrah diri pada selain Allah swt, maka pasrah diri itu dijadikan siksa oleh Allah swt, padanya.
  • Siapa yang  rela kepada Allah sebagai Tempat Berserah diri, maka setiap kebaikan akan jadi bukti baginya, dan setiap  kebaikan yang ditemuinya menjadi jalan baginya.
  • Siapa yang menemukan kemesraan akan keluhuran diri,ia tidak akan menemukan kepahitan cobaan. “Siapa yang di dunia ini buta hatinya, maka dia di akhirat lebih buta lagi.”

Diantara Wasiat ‘Arifin
Disebutkan, ada tiga kalimat, dimana kaum terpilih dahulu saling memberikan wasiat satu sama lainnya:

  1. Siapa yang beramal untuk akhiratnya, Allah swt, mencukupi urusan dunianya.
  2. Siapa yang membagusi rahasia batinnya, Allah swt, membagusi dzohirnya.
  3. Siapa yang membagusi apa yang ada antara dirinya dengan Allah swt, Allah swt, pun membagusi antara Dirinya dan makhluk manusia.

Sebuah syair dilantunkan:
Sungguh batin dan lahir manusia sama
Memandang dunia akhirat dan ingin puja
Bila lahir kontra batin maka sungguh tiada utama
Melainkan hanya kepayahan dan derita

Syair lain:
Siapa yang meraih kemuliaan pada Tuhannya
Itulah keagungan
Siapa yang melemparkan kemuliaan diri pada selain DiriNya
Itulah kehinaan
Jika saja ada seseorang  yang dbagusi rajanya
Yang memenuhi kebetuhannya dalam satu sujud saja
Itu pun tak ada artinya 

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.