Sama’ (Mendengar lagu dan Syair) II

Abu Nashr as-Sarraj berkata, “Sebagian teman-temanku meriwayatkan kisah padaku, dari Abul Husain ad-Darraj, yang mengatakan, `Dari Baghdad aku bertujuan ke tempat Yusuf ibnul Husain ar-Razy. Ketika sampai di Ray, aku menanyakan tempat tinggalnya. Setiap orang yang kutanya selalu balik bertanya kepadaku, Apa yang akan Anda lakukan dengan manusia zindiq itu? sampai akhirnya hatiku gelisah, sehingga aku bermaksud untuk kembali saja. Lantas aku menginap di sebuah masjid malam itu. Aku sudah datang ke negeri ini, tidak ada jeleknya kalau aku mengunjunginya,’ kataku dalam hati. Selanjutnya aku terus bertanya tentangYusuf, dan akhirnya sampai di masjidnya.

Harus dibaca juga..

Yusuf sedang duduk di mihrab, dan di depannya ada seseorang. Tampak Yusuf sedang membaca mushaf Al-Qur’an. Ternyata dia adalah seorang syeikh yang amat kharismatik, tampan dan bagus jenggotnya. Aku mendekatinya, dan mengucapkan salam padanya. Dia pun menjawab salamku. Anda datang dari mana? tanyanya padaku. `Dari Baghdad, bermaksud ziarah ke tempat syeikh,’ kataku. `Jika ada orang yang berkata padamu di sebagian daerah, `Kamu menetap saja di tempatku, nanti kubelikan rumah atau budak-budak wanita,’ apakah tawaran itu akan mencegahmu untuk ziarah padaku?’ tanya syeikh tersebut. `Wahai tuanku, Allah tidak mengujiku dengan sesuatu seperti itu. Namun seandainya aku menerima tawaran mereka, aku tidak tahu bagaimana keadaanku,’ jawabku. `Baiklah, ucapkan saja sesuatu,’ kata syeikh itu.`Ya,’ kataku. Lantas kudendangkan syair:
Kulihat dirimu membangun penuh ketekunan di tanah pinjamanku
Bila aku punya tanah yang tinggi
tentu robohlah apa yang engkau bangun.
Syeikh itu lalu menutup mushaf, terus menerus menangis, sampai baju dan jenggotnya basah. Aku sampai merasa kasihan padanya, karena terlalu banyak menangis.

Beliau lantas berkata padaku, Anakku, jangan engkau cela penduduk Ray, mengenai ucapan mereka tentang diriku yang zindiq. Sejak waktu shalat tiba, inilah aku sedang membaca
Al-Qur’an. Namun tidak setetes pun air mata yang jatuh dari mataku. Kiamat benar-benar telah tiba dari rumah ini’.”
Abul Husain ad-Darraj berkata, “Aku bersama Ibnul Fauthy sedang berjalan melewati Dajlah” antara Bashrah dan Ubulah. Tiba-tiba kami melihat sebuah villa indah. Di sana ada seorang laki-laki, dan di hadapannya ada jariyah yang sedang menyanyikan lagu:
Bagi jalan Allah, ada cinta
Yang datang dariku untukmu, kelak diganti
Setiap hari kau ikuti
Hanya saja, lebih indah bersamamu.

Ternyata ada seorang pemuda yang mendengarkan di bawah jendela tempat memandang, sambil membawa bejana kulit dan baju tambalan. Pemuda itu berkata,
`Hai jariyah, demi kehidupan tuanmu, ulangi kata-kata, Setiap hari kau ikuti. Hanya saja, lebih indah bersamamu. Ucapkan lagi kata-kata itu!’ [pagebreak]

Jariyah tadi mengulangi kembali baitnya. Sedang si Sufi itu berkata, `Inilah, demi Allah, ucapan yang mengikatkan diriku bersama Al-Haq.’
Lalu pemuda itu menjerit dengan sekali jeritan yang menyebabkan ruhnya lepas dari tubuhnya.

Seketika pemilik vila itu berkata pada jariyah,
`Kamu telah merdeka – karena Allah swt.’
Para penduduk Bashrah keluar dan mengurus pemakaman pemuda itu, serta menshalatinya. Pemilik vila tersebut berkata, `Bukankah kalian semua mengenalku? Aku bersaksi di hadapan kalian semua, bahwa segala milikku hanya untuk jalan Allah swt. Semua budak-budakku merdeka.’

Kemudian ia memakai sarung dan berkain. Villanya pun disedekahkan. Selanjutnya la pergi begitu saja. Sebab setelah peristiwa tersebut la tidak menampakkan dirinya, dan tidak pernah terdengar namanya disebut-sebut.”
Abu Sulaiman ad-Dimasyqi mendengarkan panggilan orang yang sedang thawaf.

“Duhai, terimalah penghormatanku untuk-Mu!”
Lalu Abu Sulaiman jatuh pingsan. Saat sadar ia ditanya, lalu menjawab, “Aku kira la berkata, `Terimalah, kau lihat penghormatanku padamu’.”
Utbah al-Ghulam mendengar seseorang bermunajat, “Maha Suci Allah, Tuhannya langit, sungguh sang pecinta selalu dalam tawanan.”
Utbah menyahut, “Kamu benar.”
Lantas mendengarkan orang lain mengucapkan kata-kata yang sama, Utbah menyela,
“Bohong kamu!”
Masing-masing individu menyimak dari segi proporsinya.
Ruwaym bin Ahmad ditanya mengenai para syeikh yang mereka temui dalam Sama’. Ruwaym menjawab, “Seperti sekawanan domba yang kepergok harimau.”

Riwayat dari Abu Sa’id Ahmad al-Kharraz yang berkata, “Aku melihat All ibnul Muwaffaq dalam Sama’, beliau berkata, `Berdirikan aku!’ Mereka pun membangkitkan, dan la pun berdiri, lalu mengalami ekstase dan berkata, Akulah syeikh para penari’.”
Dikatakan, Ibrahim ar-Raqqy bangkit semalam suntuk hingga subuh. Bangun dan jatuh di rumah itu. Sedangkan orang-orang bangkit sembari menangis. Sedang bait-bait yang dibacakan adalah:
Demi Allah, tolaklah hati yang duka
Tiada lagi pengganti dari kekasihnya.

Al-Husain bin Muhammad bin Ahmad berkata, “Aku berbakti kepada Sahl bin Abdullah bertahun-tahun. Aku tidak pernah melihat perubahan pada dirinya ketika menyimak sesuatu baik dari dzikir maupun bacaan Al-Qur’an, ataupun yang lain. Ketika akhir hayatnya, dibacakan suatu ayat:

“Maka pada hari ini tidak diterima tebusan.”(Q.s. Al-Hadid:l5).
Tiba-tiba kulihat ia berubah dan gemetar, hampir saja ia jatuh. Ketika sudah sadar, aku bertanya padanya, lalu la berkata,
`Duhai kekasih, betapa lemahnya kami …’.”
Saya mendengar Syeikh Abu Abdurrahman as-Sulamy berkata, “Aku masuk ke tempat Abu Utsman Sa’id al-Maghriby, dan dia sedang mengambil air minum dari sumur melalui kerekan timba, lantas dia berbicara, `Hai Abu Abdurrahman, tahukah engkau apa yang diucapkan oleh kerekan ini?’
Kukatakan, `Tidak!’

Dia berkata, `Kerekan ini berbunyi: Allah, Allah’.”
Ruwaym berkata, “Riwayat dari Ali bin Abu Thalib r.a. bahwa beliau mendengarkan suara lonceng. Lalu beliau bertanya pada para sahabatnya, Apakah kalian mengerti apa yang diucapkan oleh lonceng itu?’
Mereka menjawab, `Tidak!’

Ali berkata, `Sebenarnya lonceng itu mengucapkan, `Subhaanallah, benar, benar, sungguh Tuhan Kekal Abadi’.”
Ahmad ibnul Karkhy berkata, “Suatu hari jamaah Sufi berkumpul di rumah al-Hasan al-Qazzaz.

Di antara mereka ada beberapa penyair, yang mendendangkan syairnya sembari ekstase. Lalu Mumsyad ad-Dinawary datang, mereka pun terdiam. Mumsyad berkata, `Kalian terus saja seperti semula! Seandainya seluruh alat permainan dunia dikumpulkan dalam telingaku, sama sekali tidak mempengaruhi hatiku, atau dijejalkan di mulut dan gerahamku, tidak berpengaruh sama sekali’.”

Ibnul Karkhy melanjutkan, “Aku mendengar pula ar-Rudzbary berkata, `Kami sampai pada masalah ini, bagaikan berada di atas mata pedang, sedikit kita terlena ke sana kemari, kita tercebur di neraka’.”

Khayr an-Nassaj berkata, “Musa bin Imran – semoga shalawat dan salam Allah terlimpah padanya – mengisahkan pada kaumnya, suatu kisah. Salah satu di antara mereka ada yang menjerit. Kemudian Musa as. membentaknya.

Lalu Allah menurunkan wahyu,’Hai Musa, dengan aroma-Ku, mereka rasakan semerbak, dengan cinta-Ku mereka membuka, dan dengan kerinduan-Ku, mereka berteriak. “Mengapa engkau ingkari semua itu terhadap Tuhanku?”

Dikatakan, “Dulaf asy-Syibly mendengar seseorang berkata, `Pilihan kebaikan itu sepuluh dibanding seperenam dirham,’ lalu asy-Syibly berteriak sembari mengatakan, `Bila kebaikan itu sepuluh dibanding seperenam dirham, bagaimana dengan kejahatan-kejahatan’.”

Dikatakan, “Aun bin Abdullah punya seorang jariyah yang memiliki suara merdu. Aun menyuruh mendendangkan lagu. Jariyah itu mendendangkan lagu dengan suara yang memilukan, sampai seluruh orang yang hadir menangis.”

Abu Sulaiman ad-Darany ditanya tentang Sama’. Dia menjawab, “Setiap kalbu yang menginginkan suara berlagu, berarti hati yang lemah yang perlu diobati, sebagaimana anak kecil yang diobati dengan lagu-lagu agar segera tidur.”

Abu Sulaiman berkata selanjutnya, “Suara Betapa besar cita-cita hamba yang berambisi memandang-Mu ataukah karena tiada pertimbangan bagi mata untuk melihat orang yang benar-benar melihat-Mu. Lalu, tiba-tiba pemuda ini menjerit dan mati.

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.