Qiyamat dimata awam adalah hisab, namun bagi kalangan Khusus Ilahiyah adalah kerelaan. Bagaimana tidak demikian? Mereka telah meraih kiamat dalam diri mereka, ketika di dunia mereka menangis sebelum disiksa, maka tangisan telah membuat mereka meraih manfaat besar ketika siksaan hadir.
Sufyan ats-Tsaury ra pernah dimimpikan sepeninggalnya. Lalu ia ditanya, “Apa yang telah diberklakukan oleh Allah Ta’ala padamu?’ Ia menjawab, “Allah telah menempatkan diriku di sisiNya, dan Allah Azza wa-Jalla berfirman padaku, ‘Hai Sufyan ketahuilah bahwa Aku Maha Pengampun lagi Maha sayang. Engkau telah menangis dengan tangisanmu karena rasa takutmu padaKu, karena malu padaKu.”
Karena itulah anda harus hijrah dari watak nafsumu dan syetanmu, dan sekali-kali berkenan pada mereka.
Jadikan para pendukung kejahatan itu sebagai musuhmu, dan jangan bergaul dengan mereka, sampai mereka berselaras denganmu dalam perilakumu.
Taubat itu adalah qalbunya kekuasaan bagi orang yang taubat, dan tidak akan berubah manakala orang belum bertaubat. Maka dustalah anda jika anda merasa berubah tapi belum taubat. Allah swt, berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah apa yang ada dalam kaum, hingga mereka merubah apa yang ada dalam diri mereka.”
Janganlah anda menzalimi seorang pun di dunia, karena kelak akan dibalas di akhirat. Berbuatlah adil di dunia, hingga anda tetap lurus tebak dalam menempuh jalan syurga. Kedzaliman ketika dibiarkan, maka keadilan akan menyimpang dari para penegaknya. Biarkanlah segalanya pada posisinya hingga anda meraih posisi di sisi Allah Azza wa-Jalla.
Saat ini adalah akhir zaman, dan aku melihat kalian berada dalam tipudaya kalian. Aku sangat khawatir pada kalian akan perubahan dan pergeseran jiwa kalian, dan kalian melakukan perubahan itu, namun perubahan dari yang halal.
Hai makhluk Allah aku menuntut kebaikan dan manfaat secara total dari kalian, dengan harapan agar pintu neraka tertutup secara total pula, agar tak satu pun dari makhluk Allah memasukinya.
Aku memiliki harapan seperti itu karena rahmatnya Allah Azza wa-Jalla, dan kasih sayangNya yang agung pada makhlukNya. Aku aduduk di sini untuk kemashlahatan hati kalian dan pembersihannya, bukan untuk merubah pembicaraan datau membersihkan ucapan. Karena itu anda jangan lari dariku karena ucapanku yang kasar, semua demi mendidik dalam agama Allah Azza wa-Jalla. Ucapanku keras, rasa makananku kasar, tapi siapa yang lari dariku dan lari dari orang seperti aku, tidak akan bahagia. Bila adabmu buruk, maka engkau tidak akan bisa kembali ke agama. Aku tidak akan membiarkanmu, dan aku tidak bicara, lakukan itu! Aku tak peduli apakah anda hadir atau tidak hadir. Aku tidak butuh upaya, kecuali bersama Allah Azza wa-Jalla, bukan dari anda. Aku tidak kenal jumlah dan hitungan kalian, aku tidak di dalamnya. Lisan tidak berubah, tapi jiwalah yang berubah. Bukan kanan, bukan kiri, bukan depan dan bukan belakang, tetapi langkah dada bukan punggung. Mengikuti jejak para Nabi dan Rasul serta Ulama salaf. Aku terus menerus bersama mereka dalam melawan semua musuh, menuju Negeri Kedekatan padaNya.
Bertaubatlah dari dosa-dosa
dan su’ul adabmu. Taubat ini berarti membajak di bumi qalbumu. Sebuah bangunan di qalbumu akan merobohkan bangunan-bangunan syetan. Tegakkan bangunan Ar-Rahman, dan aku mempertemukan kalian dengan Tuhan dan Rabb kalian. Aku berdiri tegak dengan lubuk batin, bukan dengan kulit. Yang lahiriah ini sekadar kulit, aku tidak akan sibuk-sibuk mendidik kulitmu, tetapi aku hanya akan mendidik batinmu. Singkirkan kulitmu, dan aku akan mendidikmu, hingga matahati Nabimu merasakan sejuk bersama kalian.
Anak-anak sekalian. Jangan sampai kalian bersamaku demi dunia, bersamalah denganku demi akhirat saja. Jika benar pergaulanmu denganku demi akhirat, maka dunia bakal datang kepadamu, mengikutimu, dan anda bisa meraihnya sekadar cukup saja. Dan aku menjamin kalian, dan yang sekadar cukup itu membuatmu tidak terhisab.
Dahulukan akhirat atas dunia, dahulukan yang dzohir atas yang lahir, dahulukan yang benar atas yang batil, Yang Baqa’ atas yang fana’. Tinggalkan semua, dan ambillah. Tapi jangan kalian ambil dengan tangan watak hawa nafsu, ambillah dengan tangan batin dan rahasia batin. Tinggalkan meraih apa yang dari makhluk, raihlah yang dari Sang Kholiq. Taatlah pada Rasul, terimalah apa yang dating darinya berupa perintah dan larangan. Allah swt berfirman:
“Apa yang datang dari Rasul, maka ambillah darinya dan apa yang dilarang Rasul, maka hindarilah.” (Al-Hijr:7).
Jadilah kalian ini ksatria pemberani manakala menjalankan perintah Allah Azza wa-Jalla dan RasulNya, dan jadilah anda ini orang yang sakit ketika berhadapan dengan larangan keduanya, dan jadilah kalian orang mati ketika ketentuan dan takdirNya tiba. Disamping itu, kalian harus bergaul dengan sesama dengan akhlak terbaik. Jangan sampai anda menuntut dari Allah Azza wa-Jallan tanpa pengetahuan dariNya bagi anda, dan berselaraslah dengan aturan dan takdirNya yang ada pada diri anda maupun orang lain. Nabi saw, bersabda:
“Ketika Allah Azza wa-Jalla mencipta Qolam, maka Allah berfirman pada qolam itu,”Tulislah!”. Qolam menjawab, “Apa yang harus aku tulis?”. Allah Azza wa-Jalla berfirman, “Tulislah ketentuanKu untuk makhlukKu sampai hari qiyamat.” (Hr. Thabrani).
Hai orang yang hatinya mati! Wahai orang nafsunya hidup! Hati kalian telah mati, dan bila kalian berada dalam derita dukanya itu lebih baik ketimbang berada dalam duka selain dirimu. Kematian hati adalah alpanya dari Allah Azza wa-Jalla, alpa dari dzikir padaNya. Siapa yang hendak menghidupkan hatinya, maka biarkanlah dzikrullah Azza wa-Jalla dan bahagia bersamaNya ada di hatinya, disamping memandang kekuasan dan keagunganNya, serta tindakanNya terhadap makhlukNya.
Anak-anak sekalian! Ingatlah kepada Allah Azza wa-Jalla, pertama-tama dengan qalbumu, lalu dengan lisanmu. Dzikirlah seribu kali dalam hatimu, sekali dalam lisanmu. Dzikirlah ketika bahaya tiba dengan kesabaran. Dzikirlah dengan meninggalkan dunia, ketika dunia tiba, dan menerima akhirat ketika akhirat tiba, dan berdzikirlah dengan tauhid ketika Allah Azza wa-Jalla tiba, dan berdzikir dengan cara kontra kepada segala hal selain Allah Azza wa-Jalla.
Bila anda melepaskan dukungan nafsu anda dan anda lemparkan, maka nafsu anda akan dikendalikan oleh kendali wara’. Maka tinggalkanlah, “Kata ini kata itu…”.Mengingat mati bisa menjernihkan qalbumu dan membencikan pada duniamu dan makhluk lainnya. Bila tirai telah terbuka bagi hatimu, maka anda akan melihat makhluk semuanya fana’, mati, hancur, lemah, tak ada yang mengancam anda dan tidak ada yang memberi manfaat pada anda.




