Bagaimana orang yang berakal sehat memperbaiki zamannya yang sudah hilang? Maka keluarkanlah makhluk dari hatimu. Lalu jangan kau pandang mereka, dalam bahaya, manfaat, pemberiaan dan hambatan, begitu juga jangan kau pandang pujian, cacian, pengghormatan dan penghinaan mereka, penerimaan dan tolakan mereka. Yakinlah bahwa bahaya dan manfaat itu dari Allah Azza wa-Jalla, baik dan buruk ada di tanganNya, yang ditarikNya untuk penguatan pada makhluk. Bila hal demikian terwujud, anda telah berada di antara Khaliq dan makhluk, anda memandang mereka sekaan-akan mereka tidak ada, bila disandarkan pada anda. Anda pun memandang ahli maksiat, dengan pandangan mata kegilaan dan kebodohan, lalu anda mendidik mereka, mengobati mereka dan sabar atas kepedihan yang ditimpakan pada anda dari mereka, dan kebodohan mereka.
Orang yang taat kepada Tuhannya Azza wa-Jalla adalah para Ulama’ yang berakal sehat. Dan mereka yang bermaksiat kepada Tuhannya adalah mereka yang gila dan bodoh. Tukang maksiat bebarti bodoh terhadap Tuhannya, lalu ia ingkar padaNya dan patuh pada syetannya, berserasi dengan para syetan. Bila saja mereka tidak bodoh, pasti mereka tidak maksiat padaNya. Dan kalau toh mereka mengenal nafsunya, dan ia tahu bahwa nafsunya memerintahkan bebruat buruk, pasti ia tidak berserasi dengan nafsu itu.
Sudah berapa kali aku peringatkan anda dari ancaman Iblis dan para pendukungnya, tetapi anda malah bersahabat dengannya. Bahkan anda pelihara pendukung-pendukungnya, hawa nafsu, dunia, watak-wataknya dan sejumlah pendukung jahat lainnya.
Anda harus menghindari semua itu. Karena semua itu adalah musuhmu. Karena tidak ada yang anda cintai selain Allah azza wa-Jalla. Karena Dialah yang menghendakimu demi dirimu, tetapi selainNya menghendakimu demi dirinya.
Bila anda bisa mensirnakan nafsumu dalam situasi sunyi khalwatmu, lalu anda bergabung dengan para penempuh, maka anda menjadi bahagia bersama Allah Azza wa-Jalla. Begitu pula jika nafsu, anda biarkan dengan dunia, qalbu bersama akhirat, rahasia batin (sirr) bersama Allah Azza wa-Jalla, maka khalwatmu akan indah penuh bahagia bersama Allah Azza wa-Jalla. Namun jika khalwatmu bersama nafsumu dan lainnya, maka sesungguhnya anda sedang tidak khalwat!. Khalwat itu hanya dengan Dia Satu-satuNya. Karena anda akan menemuiNya manakala sudah membenci lainNya. Kapan anda menemukan kebeningan bersama mereka yang hatinya bersih? Kapan anda benar bersama mereka yang hatinya benar? Kapan anda ikhlas hingga anda melihat Pintu Allah Azza wa-Jalla dan Ahlullah? Bila perilaku batinmu benar-benar hakiki maka anda akan melihat Rijaalullah Azza wa-Jalla (tokoh-tokohnya Allah). Bila anda memasuki Pintu Allah Azza wa-Jalla, anda akan melihat para pelayanNya, sedang wuquf di sana.
Tapi anda tidak menginjak dan memasuki majlisNya, bagaimana anda melihat para pelayanNya, sampai anda mampu melihat PintuNya, hingga anda melihat pelayan-pelayanNya, bahkan hingga disaat itulah anda melihat Allah Azza wa-Jalla, maka anda melihat yang benar.
Anda melihat yang benar, dibebankan dan disodorkan serta dihadapkan pada anda, dan anda melihat kedustaan menolak anda dan melelapkan anda.
Maka bersamalah dengan orang-orang yang jujur dengan kebenaran, sampai anda beraktivitas dengan aktivitas mereka, maka jujurlah dalam ucapan dan tindakanmu, bersabarlah dalam seluruh perilakumu. Benar dan jujur itu adalah tauhid dan ikhlas, berserah diri pada Allah Azza wa-Jalla. Sedangkan pasrah diri hakikatnya adalah memutuskan diri dari segala bentuk sebab akibat dan ketergantungan selain Allah swt, serta hati batinmu keluar dari upaya dirimu dan kekuatanmu, manakala anda ingin bertemu dengan Allah Azza wa-Jalla.
Lepaskan segala selain DiriNya, berpalinglah dari dirimu dan dari mereka. Berpalinglah dari ciptaan menuju Sang Pencipta.
Sepanjang anda masih bersama diri anda dan mereka, sepanjang itu pula anda tidak bahagia. Beribu-ribu cara, manakala masih anda campur aduk antara Allah Azza wa-Jalla dan lainNya, anda tidak bisa bertemu Allah Azza wa-Jalla.
Cara memutuskan diri anda, adalah merenungkan dan mengamalkan apa yang aku katakan, selebihnya dari kalian masuk dalam samuderaNya dan mengambil berkah atas kehadiran mereka bersamaNya.
Aku sangat berharap kalian meraih kebaikan dunia akhirat. Dunia itu penjaranya kaum beriman, jika seseorang melupakan penjaranya ia akan dapat jalan keluar. Orang beriman berada di penjara. Orang ‘arif berada dalam syukurnya, karena mereka tidak pernah melihat penjara, sebab Tuhan telah memberikan minuman rindu kepadaNya hingga lupa penjaranya.
Mereka mendapatkan minuman mesra bersamaNya, minuman pencarian padaNya, meniman lupa dari makhluk dan sadar bersamaNya.
Allah memberikan tegukan demi tegukan minumanNya, lalu mereka selamat dari makhluk, dan bangun bersama Allah azza wa-Jalla, maka bersama Allah Ta’ala-lah mereka lupa dari diam diri di penjara. Sementara mereka yang terpenjara dunia, apinya siksanya didahulukan, maka syurganya adalah perlwanan pada apinya. Ridho terhadap ketentuanNya adalah syurga mereka, kealpaan adalah neraka mereka, dan sadar kepada Allah adalah syurga mereka.




