Assalamu’alaikum Wr. Wb
Yang dimuliakan Allah, Bapak Luqman Yth, saya baru-baru ini keluar dari pekerjaan, walaupun itu pekerjaan pertama dan baru 5 bulan disitu sebagai supervisor.
Saya faham bahwa semua pekerjaan memiliki tekanan dan resiko masing-masing. Akan tetapi yang saya hadapi disini adalah mengenai atasan yang sama sekali tidak memiliki rasa sosial dalam bekerja.
Atasan yang saya hadapi selalu menghujat, memarahi, sampai menyakiti perasaan bawahannya. Itu semata-mata dilakukan untuk mendapatkan target. Saya pun melihat yang dapat dilakukan oleh para bawahannya adalah mengutuk dan mendoakan yang buruk-buruk kepada atasannya.
Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana sebenarnya hakikat pekerjaan yang seperti itu, karena setahu saya kita bekerja adalah untuk mencari ridho Allah Swt.
Wasalamu’alaikum Wr. Wb
deandrahanude@xxxx.xxx
Jawab:
Mohonlah kepada Allah Swt mengenai pekerjaan anda ini. Jiika Allah meridhoi, segalanya akan berubah mehuju lebih baik, tetapi jika tidak mungkin bukan di sana tempat anda bekerja.
Bekerja diniatkan sebagai ikhtiar meraih bekal untuk akhirat dan beribadah kepada Allah Swt. Ketika Allah Swt memberi nikmat kepada anda, semata agar anda bisa taqarrub kepada Allah Swt dengan nikmat tersebut. Tetapi kebanyak manusia lebih tidak bersyukur, malah kepingin nikmat baru yang lebih nikmat lagi.
Anda ketika bekerja mestinya terus menjaga rasa yaqin anda kepada Allah Swt, yaqin akan rizkiNya, perlindunganNya, dan jaminanNya, dalam rangka menuju kepadaNya. Disamping harus lebih banyak bersyukur. Coba anda hitung setiap hari, berapa kali anda bersyukur kepada Allah Swt?



