Anak-anak sekalian!
Mereka itulah kaum yang bergaul dengan dunia, demi dunia, esok tidak tahu bila akan putus dengan kalian. Bagaimana anda tidak memutuskan antara dirimu dengan mereka yang berlingkungan buruk, yang pergaulannya adalah selain Allah Azza wa-Jalla . Bila anda harus bergaul benar, maka bergaullah dengan orang-orang wara’, orang zuhud, ahli ma’rifat yang senatiasa beribadah demi berharap hanya kepada Allah Azza wa-Jalla, dan mereka memang dikehendakiNya.
Bergaullah dengan orang yang mengambil makhluk dari hatimu, dan memberikanmu kedekatan kepada Allah Azza wa-Jalla.Bergaullah dengan orang yang membuang kesesatanmu dan memberikan penegakkan konsistensimu. Maka kedua matamu akan memejam dari dunia lalu terbukalah pandangan akhirat, riwayat generasi dunia lalu tertutup, dan terbukalah riwayat generasi akhirat.
Ketakutan dan krisis meninggalkanmu dan gantinya adalah kemerdekaan dan kebebasan dari ular, kalajengking, binatang buas, dan mendudukkan dirimu pada tempat aman, santai dan bagus.
Bergaullah pada mereka yang seperti itu, bersabarlah atas ucapannya, menghadaplah dengan perintah dan larangannya, maka anda segera meraih kebajikan.
Berikan duniamu kepada yang berhak dan betawakallah, serta duduklah di pintu amal. Maka ketika itulah anda melemparkan diri anda di lautan tawakkal, hingga terpadu antara akibat dengan Sang Penyebab. Perbaikilah adabmu di hadapan gurumu, hendaknya anda lebih banyak diam, karena dengan diam itu lebih mengarahkan dirimu dalam adab yang baik, sedangkan su’ul adab bisa menjauhkan dirimu dengannya. Bagaimana anda bisa beradab, jika anda tidak bergaul dengan ahli adab? Bagaimana anda belajar sedangkan anda tidak rela dengan guru pengajar anda, dan anda pun tidak berbaik sangka padanya?




