Sekarang aku bingung apa yang harus saya lakukan? Dan lagi waktu Sholat dan Dzikir saya, selalu terbayang-bayang apa gunanya beribadah sedangkan orang tua membenciku. Aku jadi trauma dengan datangnya bulan Ramadlon, padahal bulan ini milik ummat Muhammad saw.
Bulan kemarin saya main ketempat teman, yang sudah jadi ulama’ didaerahnya, lalu akupun cerita soal hidupku. Dan dia menyarankan untuk menikah. Dengan alasan kamu bisa mandiri, katanya.
Tapi apa saya bisa sedangkan saya baru pontang-panting? Dan apakah ada yang mau?
Aku tambah bingung, lalu aku sholat malam dan berdoa supaya aku ditunjukkan jalan keluar oleh-Nya. Setelah itu aku mimpi bertemu Mursyid saya, ia berkata ; “Tuntaskanlah urusanmu dulu baru menikah, nanti kamu akan dapat yang lebih baik ” apa maksudnya?
Saya mohon Ustadz mau untuk memberi solusi kepada saya, dan kalau bisa tolong setiap minggu / bulan sekali saya diberi kajian-kajian lewat email ini, karena sudah lama saya tak mengikuti kajian-kajian dari mursyid saya.
Saya takut kalau saya dianggap anak durhaka. Tolong jangan dipublikasikan. Terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr.wb
Rochiem (dur_haka@yahoo.com)
Jawab:
Kami memaklumi apa yang menjadi kegalauan dan tarik menarik hati anda selama ini. Suasananya serba emosional, disebabkan saling dekatnya anda dengan orang tua anda. Cara pandang yang berbeda tentang bisnis, rejeki, dan program kerja, menjadi salah satu faktor pemicu. Anda semakin stress jika anda melihat posisi anda sebagai anak yang harus bersikap dan bertindak sopan dan tidak menyinggung kedua orang tuamu. Anda menjadi salah jika anda mulai marah dan mulai bicara keras. Karena bicara keras pada kedua orang tua dilarang oleh Allah swt, apalagi membentak.
Coba hati anda keluar dulu dari lingkaran problema ini, menghadap Allah Ta’ala, mohon ampun padaNya, dan memohonkan ampunan serta kasih saying untuk kedua orang tua anda. Saat ini anda harus memilah masalah antara bisnis, posisi anda sebagai anak, dan kebisaan-kebisaan boros orang tua. Anda renungkan tanpa rasa resah dan gelisah. Agar anda bisa lebih arif dan bijak dalam mengambil keputusan, termasuk bijak dan lembut ketika berkomunikasi. Selama anda menghadap orang tua anda, masih dipenuhi waswas, kerumitan, dan andaian-andaian, maka komunikasi anda akan buntu. Dan anda menyalahkan pihak orang tua. Anda mestinya, menyalahkan diri sendiri.
Belajarlah dewasa. Hidup ini semakin hari bukan semakin ringan, tetapi semakin berat, dan semakin tambah masalah yang dihadapi. Apakah ada jaminan, bahwa setelah nikah, masalah anda semakin ringan? Bukankah masalah anda juga akan bertambah dengan tanggungjawab sebagai suami, sebagai anak pada orang tua, dan sebagai menantu terhadap mertua?
Tetapi anda harus tetap optimis ke depan. Anda masih muda, lihatlah ke depan. Masalah ini muncul adalah cara Allah swt, mencintai anda, agar anda bisa beriskhtiar dan berusaha yang sebaik-baiknya, membuat rencana kerja dan manajemen yang bagus. Mungkin saat ini manajemen anda menurut anda sudah bagus, tetapi menurut ahli manajemen barangkali masih amburadul.
Selebihnya jangan ada jengkel dan benci sedikit pun pada kedua orang tua anda.



