Assalamu’alaikum Wr. Wb
Kiai haji Lukman Hakim, ana Singgih Perkasa ingin bertanya mengenai siapakah mursyidnya Imam Nawawi dan Imam Ibn Hajar al Asqolaniy dari sisi tasawufnya ? Syukron Jazakalloh.
Ana senang dengan 3 grup ulama, pertama dari ayah ana, grup thorioqoh qadiriyah wa naqsabandiyah, ana suka tawasulan dengan teman ayah saya yg kebetulan temannya Mas Imam Yogya dari Lirboyo kediri,
Kedua ana senang dengan Majelis Rasulullah habibana Munzir al Musawwa, habaib hadramaut Yaman beserta habib Umar.
Yang ketiga dengan syekh Nazim Adil Haqqani berserta syekh Hisyam Kabbani lewat internet, pertanyaannya selama ana belum bermursyid (40 tahun) bolehkah ana mengamalkan zikir mereka (3 grup) itu… Ana suka ratib, kadang mengamalkan dari internet syekh Hisyam Kabbani, dan suka amalan dari TQN temennya Mas Imam yogya tersebut. Syukron Jazakalloh.
Wasalamu’alaikum Wr. Wb
Singgih
aysymandiri@xxxxx.xxx
Jawab:
Anda mengamalkan amalan tersebut harus dibimbing oleh seorang Mursyid. Rasa cinta anda kepada para Ulama adalah kelaziman yang harus anda jaga. Karena itulah perlunya Ulumun Nafi’ yang mendekatkan kita pada Allah dengan metode dan cara yang benar. Jangan sampai mengamalkan apa pun disadari hawa nafsu, ingin agar ini dan itu, dan kita tidak tahu hakikat sebenarnya.
Karena itu anda harus istikhoroh lebih dulu sebelum memasuki thoriqoh, karena semua thoriqoh itu memang dari Rasulullah saw, tetapi yang paling pas dan manfaat dunia akhirat setiap orang berbeda-beda. Bahkan Rasul saw, sendiri diperintahkan agar ummatnya mengamalkan menurut syakilah masing-masing. Itu berarti harus dibimbing oleh mereka yang sudah ma’rifatullah, bukan karena kepandaian orang tersebut, atau kehebatan orang tersebut, atau pun juga bukan karena popularitas dan nama besar.



