Selaraskan diri dengan Allah

Lazimkan taubat dan diamlah, tafakkurlah akan maut anda, situasimu dalam kuburmu sampai anda mengenal ilmu pengetahuan. Beramallah dengan jiwa bersama Allah azza wa-Jalla hingga engkau dilimpahi cahaya yang memancar dunia akhirat. Terimalah apa yang kukatakan pada kalian, berjuanglah untuk menekuninya, janganlah bergantung pada masa depan duniamu, karena membuat anda stress. Lompatilah karena argument pemalas yang melamun masa depan tidak ada tempat bagi kami. Namun kita mengarahkan pada yang realistis-proporsional., kita menekuni dan mengamalkan. Tidak dengan “Seseorang berkata, kami berkata, kenapa, dan bagaimana?” Kami tidak mengintervensi Ilmunya Allah azza wa-Jalla, namun kami hanya menekuni, dan Dia melakukan apa yang Dia kehendaki.” (Al-Anbiya’ 23).

Harus dibaca juga..

Bila perkaramu rampung, dekatlah pada Allah swt, hatimu padaNya, maka zuhudmu benar di dunia dan  cintamu benar di akhirat, maka anda akan menemukan namamu tertulis di Pintu Taqarrubmu pada Tuhanmu Azza wa-Jalla, Fulan bin Fulan salah satu orang yang dimerdekakan Allah Azza wa-Jalla. Itulah yang tidak berubah, tidak diganti, tidak dikurangi dan ditambah, dan saat itulah syukurmu pada Tuhanmu Azza wa-Jalla semakin , aktivitas kebajikan dan kepatuhanmu pada Tuhanmu di hadapanNya semakin kuat. Namun pada saat yang sama hati anda tidak meninggalkan rasa takut padaNya, dan tidak meremehkan kuasaNya. Bacalah firman Allah swt:
“Allah melebur apa yang dikehendakiNya dan menetapkannya, dan di sisiNya adalah Ummul Kitab.” (Ar-Ra’d, 39) dan firmanNya:

“Dia tidak dimintai pertanggungjawaban, dan merekalah yang dimintai pertanggung-jawaban.”

Anda jangan berhenti pada yang tertera. Karena apa yang ditulis oleh Yang Maha Kuasa atas peleburan itu, pada saat yang sama Maha Kuasa menghapus apa yang tertera.  Beradalah dalam keabadian taat, rasa takut, malu dan waspada hingga maut menjemput. Dan anda melangkah dari dunia menuju akhirat dengan jejak-jejak keselamatan. Maka anda akan aman dari perubahan,dan  penggantian hai orang yang terjejali oleh kebodohannya, kemunafikannya dan perburuannya pada dunia. Hai pemakan barang haram!  Bagaimana anda berharap meraih pencahayaan qalbu dan kejernihan hati serta bicara penuh hikmah, sedangkan kaum Sufi bicaranya karena darurat dan tidurnya karena kelelapan, makannya seperti orang sakit, dan itu dilakukan sampai mati. Mereka seperti malaikat saja yang difirmankan oleh Allah Azza wa-Jalla.
“Mereka tidak mengingkari  apa yang diperintahkan Allah pada mereka, dan mereka melakukan apa yang diperintahkannya.”  (At-Tahriim: 6).

(bersambung)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.