Assalamu’alaikum Wr. Wb
Pak.Usztad Yang terhormat, izin kan saya untuk berkonsultasi ttg permasalahan/kondisi yang sedang saya hadapi…dan mohon petunjuknya…
Saya ingin berkonsultasi ttg : “Sahabat Istri yang menumpang”
Jadi saat ini saya dan istri saya tinggal di tempat usaha (warnet),bersama sahabat istri saya…dan untuk kebutuhan sehari (makan) menggunakan pendapatan dari warnet…
Awalnya saya tidak permasalahkan mengeluarkan uang untuk makan ber-3..tapi semakin kesini, pengeluaran semakin besar belum 1 bulan saja sudah diatas 700rb untuk ber-3, sedangkan pemasukan hanya 500rb kurang…dipotong untuk makan ber-3…yang jadi masalah yaitu, sahabat istri saya tidak mau lekas mencari kerja dan pilih pekerjaan.
Ada tetangga saya pedagang buah menawari dia (sahabat istri sebut aja Nn.X) kerja sbg PRT dirumh pedagang buah tapi ditolak…dengan alasan dia punya ijazah SMA,malah justru menyusruh istri saya yang kerja disana dan bila gajian nanti uangnya akan Nn.X pinjam.
Mendengar itu saya jadi kesal/emosi,.sekaligus menghina istri saya, hingga tawaran kerja yang ke-2 kalinya belum juga ditanggapinya..padahal disini Nn.X tak punya Uang sepeserpun,dan tak ada saudara…jadi semua tanggungan hidupnya saya yang nanggung,..saya bukannya tak mau bantu, tapi sikap dia yang menolak perkerjaan itu lah yang membuat saya ingin menghentikan bantuan untuk dia buat makan…dan dia pun bila kami pindah kerumah orang tua saya… dia minta ikut..dengan sikapnya seperti itu saya makin geram, seolah dia hanya menggantungkan hidupnya pada orang lain…
Saya mohon petunjuknya pak.Usztad apakah dengn berhenti belikan Nn.X makan itu tepat untuk membuatnya berpikir, karena sudah dinasehatin tetap saja tak mau cepat kerja…
Jujur saja pak.Usztad dengan kondisi seperti ini saya tak akan bisa dapat apa dari usaha warnet ini.
Atas jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih.
Wasalamu’alaikum Wr. W
Mami Setiawan – warnet.xxxx@xxxx.xxx
Jawab:
Anda harus belajar tegas jika sudah demikian adanya. Ketegasan itu bukan emosi, diketuk hatinya dengan bijak, lembut, dan agar sadar. Jika tetap saja demikian, anda harus bicara terus terang. Namun sebaiknya harus dirembug juga dengan isteri anda. Karena jika dibiarkan sangat tidak mendidik pada sahabat isteri anda itu.
Coba diberi batas waktu kalau sampai hari ke sekian atau minggu ke sekian belum juga dapat pekerjaan, sebaiknya harus angkat koper. Karena pekerjaan apa pun yang halal sesungguhnya terbuka bagi dia, jika ia tak mau memang sebenarnya ia pemalas dan manja. Bisa-bisa ditolong malah kecolong atau ditulung menthung.



