Revitalisasi Tasawuf untuk Perdamaian Dunia

Harus dibaca juga..

Pendidikan  karakter hakikatnya adalah pendidikan hati. Dewasa ini banyak proses pembelajaran yang tidak menggunakan hati nurani. Pembelajaran lebih mengarah kepada pendidikan intelektual saja sehingga tidak sampai kepada pembentukan karakter manusia.

Ketiga, apakah tarekat akan bisa menjadi gerakan social.  Berdasarkan telisikan yang dilakukan oleh Sartono Kartodirdjo, ketika melihat Pemberontakan Petani Banten 1888, maka didapati bahwa penganut tarekat ternyata menjadi kekuatan inti di dalam pemberontakan petani dimaksud. Bukan pemberontakannya yang menjadi catatan penting akan tetapi adalah semangat keagamaan yang mendasari keberaniannya untuk melawan penjajahan Belanda. Semangat kemerdekaan yang dijiwai oleh ajaran tasawuf inilah yang seharusnya dibaca sebagai bagian penting di dalam gerakan terakat. Ada semangat perlawanan yang dijiwai oleh semangat keagamaan.

Selain itu adalah Perang Diponegoro. Sebagaimana hasil telisik yang dilakukan oleh Karel Steenbrink, maka di dalam Perang Diponegoro ternyata banyak dijumpai indikasi keterlibatan penganut tarekat. Ada banyak hal yang mengingatkan akan adanya amalan penganut tarekat. Kyai Mojo adalah penganut tarekat demikian pula Pangeran Diponegoro. Makanya jika di dalam perang Diponegoro tersebut banyak dijumpai indikasi keterlibatan penganut tarekat maka tentu bukan hal yang mustahil.

Kemudian juga semakin banyaknya eksekutif muda yang mengamalkan tarekat secara non struktural. Mereka mengamalkan tarekat yang dianggap televan dan cocok dengan kehidupannya.  Ketika mereka terkena macet di jalan, maka yang dilafalkan adalah Allahumma yassir wa tu’assir. Jadi bukan melafalkan lagu-lagu akan tetapi membaca wirid yang diyakini bisa mengantarkannya kepada kemudahan. Bahkan banyak dijumpai mereka menghidupan video atau apapun yang berisi tentang wirid atau dzikir ketarekatan.

Hal di atas memberikan gambaran tentang bagaimana tarekat telah memasuki kehidupan masyarakat, tidak saja kaum awam akan tetapi juga kaum elit bahkan para pengusaha muda. Jadi, tarekat telah menjadi fenomena yang khusus bagi masyarakat Indonesia dan sesungguhnya telah menjadi gerakan yang berjalan ke depan sesuai dengan karakter yang dimiliki oleh tarekat yang rahmatan lil alamin.

Oleh karena itu, menurut saya bahwa melalui kenyataan teroretis dan empiris sebagaimana saya paparkan di atas, ternyata tasawuf bisa menjadi instrument bagi pengembangan perdamaian dunia yang didasari oleh semangat keagamaan esoterik yang menjanjikan.

Wallahu a’lam bi al shawab.

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.