Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bapak , saya sudah lama tertarik untuk mendalami dan mencari jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan saya selalu berdoa untuk dipertemukan dengan seseorang yang dapat memberikan petunjuk dan bimbingan , 3 bulan yang lalu saya bertemu dengan seseorang yang menurut saya mempunyai pemahaman agama yang baik dan luas terutama mengenai tassawuf , anehnya walaupun nasihat2nya sederhana seperti harus ikhlas, sabar dll, tetapi menggerakkan hati saya untuk mengerjakannya .
Akan tetapi ada beberapa hal yang masih mejadi ganjalan yaitu beberapa sikapnya yang menurut saya tidak menunjukkan seseorang dengan ke-solehan menurut umumnya anggapan orang, seperti tidak pernah berjamaah ke mesjid atau tidak sholat tepat waktu dan lain sebagainya. Bagaimana menurut bapak ? Sikap apa yang sebaiknya saya lakukan ?
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Dian – dian.indriana@xxxx.xxx
Jawab:
Syarat-syarat mursyid itu berat. Kalau ada orang yang menasehati kebajikan kepada anda, terimalah nasehat itu, walau pun orang itu belum bisa mengamalkannya.
Namun seorang mursyid tidak bisa diukur dari sekadar ibadah
lahiriyahnya. Kalau ia tidak berjama’ah di masjid pasti ada
alasan rahasia, atau karena malas saja. Sholat tidak tepat waktu itu maksudnya apakah sholatnya tidak di awal waktu atau, waktu
sudah lewat, misalnya waktu dzuhur tidak sholat, hingga waktu asahr sudah tiba? Kalau tidak di awal waktu, tidak menjadi masalah.
Jika anda masih ragu-ragu, lebih baik istikhoroh dulu, atau mohon petunjuk kepada orangt yang benar-benar menjalani dunia Sufi, apakah ia layak sebagai mursyid atau tidak, atau sekadar seorang guru agama saja.
Bertasawuf tanpa berthariqat, hanya nol besar. Sebaliknya berthariqat tanpa bertasawuf, juga nol besar.



