Ketika mereka menyuguhkan makanan kepadaku, maka aku tidak mau makan. Dan hal ini membuat temanku (tuan rumah) terasa sangat berat, lalu Ia bertanya kepadaku, “Mengapa Anda tidak mau makan?”
Maka aku menjawab, “Aku tidak akan makan makanan ini sebelum Anda mau memberitahu kepadaku tindak kejahatan budak ini dan melepaskan rantai yang mengikatnya.”
Ia pun menceritakan kasus kejahatannya, “Oh tuan yang mulia, sesungguhnya budak ini telah membuat saya miskin, menghancurkan semua harta saya dan membuat hidup saya dan keluarga saya sengsara.”
Kemudian aku bertanya kepadanya, “Apa yang telah ia lakukan?”
Ia menceritakannya, “Budak ini memiliki suara yang sangat indah, sementara hidup saya sangat bergantung pada punggung unta-unta ini. Ia telah memberi muatan yang sangat berat di atas punggung unta-unta ini, kemudian ia bersenandung dengan merdunya yang diperdengarkan untuk unta-unta ini sehingga mereka berjalan dengan cepat, dimana perjalanan yang semestinya ditempuh tiga hari hanya ditempuh semalam karena kemerduan suaranya yang disenandungkan untuk mereka. Namun begitu unta-unta ini telah sampai dari perjalanannya dan semua barang muatannya diturunkan, mereka langsung mati kecuali seekor unta ini yang keadaannya juga mengenaskan. Anda adalah tamu saya, dan demi menghormati Anda, maka ini saya berikan kepada Anda.”
Akhirnya ia melepaskan rantai yang mengikat budak hitam tersebut, dan kami juga makan makanan yang disuguhkannya. Ketika pagi hari aku ingin mendengarkan kemerduan suara budak hitam itu, kemudian aku memintanya agar ia memperdengarkan keindahan suaranya kepadaku seraya memerintahnya agar ia bersenandung untuk seekor unta yang masih hidup yang telah diberi minum dari air sumur yang ada di seberang sana. Kemudian ia berangkat dan mulai menggiring untanya dengan bersenandung. Ketika ia mengeraskan suaranya, maka unta ini pergi sehingga memutus tali kendalinya. Maka saya jatuh tersungkur ke tanah dan sama sekali tidak pernah mendengar suara sebagus suaranya. Kemudian tuan budak itu berteriak, “Wahai laki-laki, apa lagi yang Anda inginkan dari saya? Anda telah mencelakakan unta saya. Pergilah dar sini!” Ini sebagaimana yang diceritakan oleh ad-Duqqi atau searti dengan apa yang ia ceritakan. —Dan hanya Allah Yang Mahatahu.
Saya mendengar Ahmad bin Muhammad ath-Thili di Anthakiyah pernah mengatakan: Saya pernah mendengar Bisyr al-Hafi berkata: Saya bertanya kepada Ishaq bin Ibrahim al-Maushili, “Siapakah orang yang bagus suaranya dalam berlagu?” Ia menjawab, “Adalah orang yang memungkinkan nafasnya dan sanggup menahannya serta betul-betul memahami seluk-beluknya dengan teliti.”




