Mencintai Karena Allah

Perilaku kaum Sufi
Dikisahkan bahwa Bahlul tak pernah mengambil apa pun dari seseorang, ia lebih banyak apa adanya belaka. Lalu ia ditanya kenapa demikian? “Kami diperintah untuk tidak mengambil sesuatu melalui perantara, karena dari perantara orang itu menimbulkan hilangnya kesufian jiwa,” jawabnya.

Harus dibaca juga..

“Apa itu kebersihan jiwa sufi?”

“Terbangnya hati dengan sayap rindu menuju Rabbul’alamin,” katanya. Disebutkan, “Paling rendahnya kaum Sufi yang bersih adalah hidupnya qalbu bersama Allah Ta’ala tanpa kaitan apa pun. Siapa yang tak mengenal dirinya dengan kefakiran dan sifat butuhnya, ketidakberdayaan dan kelemahannya, maka ia tidak akan meraih kesufiannya yaqin yang sejati. Apabila seorang hamba hanya bagi Allah Ta’ala, seakan-akan dirinya tak pernah ada, maka Allah Ta’ala ada baginya sebagaimana Dia tak berubah.”

Abu Sulaiman ra, mengatakan:
”Berbahagialah orang yang benar satu langkahnya, dan dalam langkah itu tidak menuju kecuali hanya kepada Allah Ta’ala.”

Imam Ma’ruf al-Karkhy, ra mengatakan, “Ketika aku sedang berjalan di pelosok desa, tak seorang pun menyertaiku. Tiba-tiba ada sosok turun dari langit, lalu bertanya kepadaku, “Apakah kebersihan sufi itu?” Aku jawab, “Pemenuhan yang benar.”

Orang itu lantas berkata, “Kamu benar!”.
Lalu sosok itu membubung ke langit sembari membaca ayat:
“Mereka menepati janjinya dan mereka senantiasa takut kepada Allah.”

Ingatlah ketika Nabi Ibrahim as, melangkah satu pijakan dengan benar, menginjak batu yang keras, maka Allah Ta’ala memerintahkan agar ummat menjadikan maqom Ibrahim sebagai tempat sholat.

Hakikat Sufi
Hakikat sufistik adalah berakhlaq dengan akhlaq al-Musthafa Muhammad Saw, mengikuti jejak para sahabatnya yang memiliki kebenaran dan pemenuhan janjinya, dan memutuskan diri kepada Sang Diraja Maha Tinggi.

Dikatakan:

 

  • “Hakikat Sufi adalah melemparkan qalbu ke hamparan anugerahNya dan meneguhkan rahasia batin di hadapan Sang Diraja Agama.”
  • “Hakikat Sufi adalah pembersihan qalbu bagi Allah Yang Maha Mengetahui yang ghaib.”
  • “Hakikat Sufi adalah  rasa butuh yang benar disertai langgengnya sifat terdesak tak berdaya, dan meninggalkan ikhtiar disertai kebajikan menunggu.”
  • “Hakikat sufi adalah fana’ totalnya di bawah keparipurnaan Qudrat, dan terbangnya cita-cita dengan sayap rindu menuju Rabbul ‘Izzah.”
  • Hakikat sufi adalah hijrahnya rahasia batin menuju kepada Allah Swt dari satu martabat menuju derajat, dan lari kepada Allah Swt, dari tahap dan maqomat.”
  • “Hakikat sufi adalah menjauhi ajakan-ajakan nafsu dan mengikuti ajakan ruh, serta mematikan sifat-sifat manusiawi dibawah Sifat-sifat RububiyahNya.”
Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.