Karyanya Ada 1000
Selama pencariannya, Syeikh Fadhil menemukan bahwa ulama agung ini seorang profilig. Karyanya sangat banyak. Tidak hanya ratusan bahkan hingga seribu buah. Memang ada perdebatan. Tetapi, setidaknya karya-karya tersebut adalah buah pemikiran Syeikh setiap kali menyampaikan pelajaran. Ada sebanyak 40 sekretaris mencatat uraian yang dipaparkan dan dikumpulkan menjadi satu hingga jadi sebuah buku, seperti kitab Al-Fath Ar-Rabbani dan Al-Mukhtashar.
Sebelumnya, peniliti asal Jerman Brockelman telah lebih dulu menyatakan, terdapat 52 kitab yang dikarang oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jilani. Dalam Ensklopedia Agama Islam Turki ditulis biografi Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani dengan menyertakan sejumlah riwayat tentang jumlah kitabnya. Salah satu riwayat menyebutkan jumlah karangannya sebanyak 51 kitab, bahkan riwayat lain menyatakan 1.000 kitab meskipun ini masih diperdebatkan. Tetapi, yang jelas jumlah karangannya lebih dari 100 buah.
Saat ini ada 41 judul manuskrip kitab, kita peroleh dan dipastikan murni karyanya. Dari jumlah tersebut, baru 20 kitab dan delapan risalah yang dapat kita peroleh. Sedangkan 13 sisanya belum ada di tangan kita, tetapi asli karya Syeikh. Ada tiga karya monumental yang sukses kita kaji, yakni Tafsir Al-Jilany, Musnad Al-Hadis yang terdiri dari 10 jilid, dan Fiqh Syeikh Abd Al-Qadir Al-Jilany sebanyak 20 jilid. Kitab Tafsir telah dibukukan sedangkan dua yang lainnya masih dalam proses.
Acara bedah tafsir ini diselenggarakan oleh Lembaga Takmir Masjid LTM Nahdlatul Ulama (LTM NU). Dalam acara yang dihadiri lebih dari 200 orang . Turut hadir ketua PBNU KH Said Aqiel Siradj, Ketua Umum PBNU, KH Said Agil Siradj, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini, Ketua Lembaga Al-Jaelani Center Asia Tenggara, Rachmad Tatang Bachrudin dan KH Lukman Hakim sebagai salah satu pembahas.




