Lepaskan Dari Belenggu Dunia

Waspadalah, bagaimana memanfaatkan hidupnya, pada saat yang sama yang terbelenggu oleh kesangannya, kenikmatannya dan kemewahan dunia. Itulah yang disebut mati maknawi, bukan mati rupa.
“Ya Allah hidupkanlah kami bersamamu, dan matikan kami dari selain Diri-Mu.”
Wahai si tua dalam usia, namun  kanak-kanak dalam watak. Sampai kapankah anda melawan watak naluri duniawimu, yang anda jadikan sebagai cita-citamu? Ketahuilah hasrat citamu itu adalah apa yang engkau hasratkan. Dan anda adalah budak bagi yang mengendalikan anda, jika kendali itu ada di tangan dunia, maka anda adalah budak dunia.

Harus dibaca juga..

Jika anda terkendali oleh akhirat, anda adalah budak akhirat. Dan bila kendalimu di Tangan Allah Azza wa-Jalla, maka andalah hamba Allah Azza wa-Jalla. Begitu pula jika anda dikendalikan nafsu anda maka anda adalah budak nafsumu. Jika yang mengendalikan adalah hawa senangmu maka engkau budak hawa nafsumu, bila kendali itu ada di tangan makhluk maka engkaulah budak makhluk. Lihatlah kendali mana yang paling mendominasi.

Pasti mayoritas pengendali itu adalah berhasrat dunia dan minoritasnya adalah pengendali akhirat. Yang langka adalah yang berhasrat pada Tuhannya dunia dan akhirat.Pada yang terakhir inilah anda berguru dengan adab terbaik, jangan kontra dan menentangnya, anda akan rugi besar. Jangan sampai su’ul adab pada mereka, yang membuat anda malah hancur.

Jadilah anda orang yang berakal sehat. Tapi anda malah menentang Allah Azza wa-Jalla dengan amal-amal anda. Jangan kau samakan posisi anda dengan sayap nyamuk di sisi-Nya, melainkan anda harus benar-benar ikhlas dalam kesendirian dan seluruh kondisimu. Karena kekayaan yang tak pernah sirna adalah benar dan jujur serta ikhlas dan takut kepada Allah azza wa-Jalla, berharap pada-Nya dan kembali pada-Nya dalam segala situasi dan kondisi.

Tetaplah beriman, maka Dia akan menemuimu. Bila anda bertemu dengan salah seorang dari kalangan mereka ini, rendahkanlah dirimu dan pasrahkan dirimu padanya, jangan sampai anda kontra padanya. Diamlah dan jangan sampai anda su’ul adab dengan mereka. Diam atas apa yang anda tidak mengerti. Karena  mengetahui dan pasrah diri atas apa yang anda tidak mengerti adalah Islam itu sendiri.

Hai orang yang lemah rasa yaqinnya. Dunia dan akhirat tidak anda raih, karena anda telah su’ul adab pada Allah Azza-wa-Jalla, dan sangkaan burukmu pada para wali Allah Azza wa-Jalla, para abdal Nabi-nabiNya yang telah diposisikan oleh Allah Azza wa-Jalla pada maqomnya. Mereka membawa benang amanah yang dibawa oleh para Nabi as, dan para shiddiqun. Allah menyerahkan kepada mereka, amal dan ilmunya para Nabi.

Mereka telah difanakan dari nafsunya, kesenangannya dan memadukan mereka pada-Nya dan memposisikan mereka di hadapan-Nya. Mereka telah menyucikan hatinya dari segala hal selain Allah Azza wa-Jalla, sedangkan dunia, akhirat dan makhluk ada di tangan mereka.

Allah memperlihatkan kekuasaanya dan mengajari mereka hikmah-hikmah-Nya dan mengajari mereka potensi kekuatan untuk mereka. Maka benarlah ucapan:
“Tiada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah Yang Maha Luhur nan Agung.”
Mereka membernarkan dengan jiwa atas ucapan ini, lalu daya dan kekuatan mereka dan kekuatan makhluk fana’. Mereka berpegang teguh pada Kekuatan Allah Azza wa-Jalla. Maka Mu’adz bin Jaba ra, berkata, “Ya Allah bila Engkau tidak bertindak padaku sebagaimana aku kehendaki, maka sabarkanlah diriku atas apa yang Engkau kehendaki.”

Anak-anak sekalian… Ridho terhadap ketentuan Allah Azza wa-Jalla lebih baik dibanding meraih dunia dengan penuh konflik. Karena manisnya ridho dalam hati para Shiddiqun lebih manis dibanding kenikmatan dunia  dan kesenangan syahwatnya. Sebab dengan ridho kehidupan menjadi baik.

Kesimpulannya, dalam  semua kondisi dengan berbagai ragam jenis, bicaralah pada manusia dengan bahasa ilmu dan amal serta keikhlasan. Jangan bicara dengan bahasa ilmu tanpa amal, karena itu pasti tidak memberi manfaat pada anda dan tidak berguna bagi diri anda sendiri.

Rasulullah Saw, bersabda: “Ilmu itu membisik  bersama amal, jika ilmu bersama amal maka ia meresponnya, tetapi jika tidak, ia akan meninggalkannya.”

(bersambung).

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.