Bila bagian rizki telah tiba, anda akan dapatkan dengan tangan perintahNya, dengan tangan keserasian di atas pijakan zuhud di dalamnya, bukan dengan tangan usaha dan cinta pada dunia.
Zuhud itu jika langgeng, akan aktif dalam jasad, merefleksikan rasa gelisah dalam hati dan rasa kurus pada bangunan tubuh. Bila rasa gelisah dan kurus muncul akan ada jalan keluar dari Allah azza wa-Jalla, dengan rasa gembira padaNya, dan ma’rifat kepadaNya, sehingga susah gelisah sirna.
Orang beriman itu hatinya putus dengan makhluk. Inti dirinya putus dengan makhluk sambung dengan Sang Khaliq. Maka bila tauhid menetap di hati, amal lahiriyahnya akan benar, sehingga seimbanglah keseraian lahir batinnya, baik rasa cukup dan rasa butuhmu, pujian dan cacian makhluk padamu, dinilai sama. Kenapa anda tidak mengeluarkan arti pujian dan cacian itu dari dirimu sedangkan hatimu sudah penuh dengan Allah Azza wa-Jalaa, dzikir dan rindu padaNya. Disinilah Allah swt berfirman:
“Disanalah wilayah pertolongan itu hanya bagi Allah Yang Haq.” (Al-Kahfi 44)
Maka anda menjadi pecinta yang benar, menjadi guru yang bijak, yang senantiasa dekat kepadaNya penuh dengan adab, tidak butuh pada makhluk, yakni tidak butuh sestau yang datang dari makhluk.
Hai orang bodoh, belajarlah dari kebodohanmu kenapa anda tidak belajar. Jangan sampai sesuatu yang dating darimu itu memayahkan dirimu, dan tak satu orang pun bisa membahagiakanmu.
Bila sesorang tidak bisa menjadi guru bagi dirinya sendiri, bagaimana ia bisa menjadi guru bagi orang lain?
Wahai kaumku, janganlah kalian itu menganggap lemah kekuasaan
Allah Azza wa-Jalla, yang membuatmu justru bercampur dengan orang-orang kafir. Beramallah dengan ilmu sampai kalian bertemu mereka, dengan amal yang didasari ilmu. Bila amal telah maujud, anda akan tahu kekuasaanNya. Saat itulah Allah azza wa-Jalla menjadikan bangunan dalam hati dan rahasia hatimu. Hingga tak ada hijab yang tersisa antara dirimu dengan Allah swt. Allah pun menampakkan rahasiaNya padamu dan memberikan makanan dari makanan anugerahNya, memberikan minuman dari air kebahagiaan, serta mendudukkan dirimu di atas hamparan makanan taqarrub padamu yang dating dari Allah azza wa-Jalla.
Semua itu adalah buahnya ilmu atas Al-Qur’an dan Sunnah. Amalkanlah keduanya, jangan berhenti hingga anda menemui Allah Sang Pemilik Ilmu, dan Dia meraihmu di hadapanNya. Bila anda menyaksikan Sang Guru Hukum dengan tarikan yang kuat dalam KitabNya, maka Dia mentransformasikan padamu menuju Kitab Pengetahuan. Bila termanifestasi di dalam hatimu dan maknanya meresap padamu, sedangkan Nabi saw, menyertai hati dan makna, beliau meraih keduanya dan memasukkan di hadapan Sang Maha Diraja, serta beliau bersabda, “Inilah kalian berdua dan Tuhan kalian.”




