Assalamu’alaikum Wr. Wb
Ustadz, saat ini kami terhimpit hutang karena kegagalan bisnis. Dan orang-orang yang kami pinjam uangnya tersebut sekarang meminta uangnya dan menuntut bagi hasilnya sesuai perjanjian. Sudah 3 bulan kami hanya mampu merintih dan berdo’a pada Allah memohon pertolonganNya. Kami juga terus berusaha, walaupun sering nihil hasilnya. Kami berusaha pasrah pada Allah, tapi ketika mengingat orang-orang menagih, kami merasa takut dan gelisah. Apa lagi yang harusa kami lakukan ya Ustadz?
Wasalamu’alaikum Wr. W
Guzna – guznaxx@yahoo.com
Jawab:
Begini:
- Utang anda kepada Allah swt masih bertumpuk berlipat ganda dibanding utang anda pada manusia.
- Utang dengan manusia diselesaikan menurut cara yang manusiawi saja, sembari berdoa dan memasrahkan padaNya. Jangan terlalu dirisaukan, ditakutkan dan dikawatirkan. Memang demikian cara Allah menyayangi anda, melalui jalan himpitan hutang. Jangan sampai himpitan ini membuat anda curiga dan su’udzon kepada Allah swt.
- Himpitan anda harus membuat anda lebih banyak bersyukur, karena nikmat Allah pada anda tidak bisa dihitung oleh apa pun.
Semakin anda stress semakin rizki tidak mau mendekat.




