Hati yang Terpenjara

Tauhid itu ibadah. Musyrik itu kebiasaan umumnya manusia. Tetaplah pada ibadah, dan tinggalkan hal-hak yang jadi umumnya orang (kemusyrikan). Jika anda melawan kebiasaan, maka anda telah mem telah merubah diri anda, hingga Allah merubah dirimu. Allah Azza wa-Jalla berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak merubah apa yang ada di kaum, hingga mereka merubah apa yang ada dalam jiwa mereka.”  (Ar-Ra’d: 11)
Keluarkan dirimu dan makhluk dari hatimu, penuhilah dengan rahasia keduanya hingga datangnya anugerah kepadamu. Dan ini tidak bias dicapai dengan puasa siang hari atau qiyamul lail, tetapi bias diraih dengan penyucian hati dan pembeningan rahasia hati.

Harus dibaca juga..

Salah satu Sufi – semoga rahmat Allah padanya —  “Puasa dan Tahajud itu adalah sayur mayur di sajian hidangan makanan, sajian lainnya relevan dengannya, sebagai pembuka makanan, kemudian datanglah makanan satu demi satu, lalu kemudian makan, lalu membersihkan tangan, kemudian menghadap  kepadaNya untuk bertemu denganNya Azza wa-Jalla, lalu berpakaian, kemudian memutuskan diri untuk bangkit, membangun, menggantikan, serta menyelamatkan negeri dan mencabut apa saja yang menghalang. Manakala hati hamba saleh kepada Allah Azza wa-Jalla dan mandiri dalam kedekatanNya, Allah swt memberikan kerajaan dan kekuasaan di seantero jagad, lalu Allah swt memberikan kewenangan dakwah pada publik, sabar menghadapi kepedihan yang timbul dari mereka dengan memasrahkan padaNya, dengan merubah kebatilan, dan menegakkan kebenaran atas anugerah dan kecukupan dari Allah swt padanya.

Sebab bila ia diberi maka cukuplah baginya, karena batinnya penuh dengan hikmah-hikmah Allah Azza wa-Jalla. Ia dijadikan Allah di celah-celah bumi qalbu kaum shalihin yang senantiasa ma’rifat kepadaNya. Sungai-sungai hikmah mengalir dari lembah pengetahuanNya, dari sisi ArasyNya dan Lauhul MahfudzNya yang mengalir ke bumi qalbu yang mati yang selama ini bodoh dan kontra padaNya.
Anak-anak sekalian….Memakan barang haram itu mematikan hati, dan memakan makanan yang halal itu menghidupkan hati. Satu suapan bisa menerangi hati anda, dan suapan haram bisa menggelapkan hati anda. Suapan yang membuatmu sibuk dengan dunia, dan suapan yang membuatmu sibuk dengan akhirat, bahkan suapan bisa menghindarkan dirimu dari keduanya, karena membangkitkan cintamu kepada Pencipta dunia akhirat.

Makanan haram membuatmu sibuk dengan dunia dan membangkitkan maksiatmu padaNya. Sedangkan makanan halal menyibukkanmu dengan akhirat, membangkitkan cintamu pada taat. Makanan halal mendekatkan hatimu pada Tuhanmu. Dan makanan itu semua tidak bisa dikenal kecuali mengenal Allah Azza wa-Jalla. Ma’rifat itu ada dalam qalbu, bukan dalam teori kertas dari makhluk.
Ma’rifatullah Azza wa-Jalla itu berhasil  setelah melakukan amaliyah atas aturan-aturanNya, setelah membenarkan dengan benar setelah bertauhid kepada Allah Azza wa-Jalla, percaya padaNya setelah keluar dari makhluk secara total.
Bagaimana anda mengenal Allah Azza wa-Jalla, sedangkan anda tidak mengenal kecuali mengenal makan, minum, pakaian, dan kawin, sementara anda tidak peduli dari mana asal semuanya.  Apakah anda tidak mendengar sabda Nabi saw:
“Siapa yang tidak peduli dari mana  asal makan dan minumnya, maka Allah tidak peduli dari pintu neraka mana Allah bakal memasukkannya.” (Takhrij az-Zubaidy)

Anda mestinya tidak peduli pada apa pun dan anda tidak kenal nama pun, bahkan sesuatu itu tidak merepotkan anda, makhluk tidak membatasi dirimu, namun anda menasehati mereka menurut kemampuan akal mereka, dan anda bersedekah dengan cara mengurus mereka, maka anda telah mengamalkan sabda Nabi saw:
“Mengurus manusia itu sedekah.” (Takhrij al-Haitsamy).

Anda memberikan pada mereka apa yang diberikan Allah Azza wa-Jalla kepadamu. Anda memberikan kemuliaan kepada mereka apa yang Allah Azza wa-Jalla berikan kepadamu. Anda jadi berkinasih pada mereka, berlembut jiwa pada mereka, dan hatimu lunak pada mereka, hingga akhlakmu bersambung pada Akhlaqnya Allah Azza wa-Jalla, dan perbuatanmu dari perintahNya Azza wa-Jalla.

Syeikh itu ada dua: Syeikh hukum dan syeikh ilmu.  Syeikh hukum dari makhluk yang menunjukkan dirimu pada pintu Allah Azza wa-Jalla : Dua pintu yang harus masuk keduanya, yaitu pintu makhluk dan Pintu Khaliq, pintu dunia dan pintu akhirat, salah satunya mengikuti yang lain. Pertama pintu makhluk, kemudian kedua pintu Khaliq. Anda tidak tahu pintu akhir jika anda tidak melampaui pintu awal.  Keluarlah dirimu dari dunia maka anda masuk ke akhirat. Berbaktilah pada syeikh hukum, hingga menunjukkan mu pada syeikh ilmu. Keluarlah dari makhluk hingga anda kenal Allah Azza wa-Jalla.  Itulah derajat demi derajat yang anda raih, yang antara satu dengan lainnya bertentangan tidak bisa kompromi. Maka anda jangan coba-coba mengkompromikan antara keduanya (misalnya mengkompromikan dunia dan akhirat) atas apa yang ada di tanganmu.

Kosongkan hatimu dari selain Allah Azza wa-Jalla, karena hatimu adalah Rumah Allah Azza wa-Jalla.
Jika malaikat  as, saja tidak mau memasuki rumah yang ada gambar (gambar makhluk hidup) maka bagaimana Allah Azza wa-Jalla  memasuki hatimu yang penuh dengan gambar dan berhala? Sebab selain Allah Azza wa-Jalla  itu adalah berhala, maka pecah dan hancurkan berhala itu, dan sucikan Rumah Allah Azza wa-Jalla . Maka anda akan melihat hadirnya sang Pemiliki Rumah penuh dengan keajaiban yang tak pernah anda lihat sebelumnya.
Ya Allah berilah kami pertolongan atas apa yang Engkau ridloi pada kami. Ya Allah berikanlah kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka.

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.