Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Syukur Alhamdulillah karena melalui seorang teman saya dapat bersilaturahim dengan Pak Kyai.Setahun belakangan ini saya mendapat karunia Allah swt. yaitu dapat menyerap energi negatif orang lain melalui pijat, tetapi yang menjadi masalah saya tidak dapat memanaj energi negatif tersebut untuk dapat keluar dari tubuh saya, sehingga justru akhirnya saya merasa tubuh saya tidak sehat.
Biasanya sebelum memijat saya berniat pada Allah swt. dan selama memijat saya berdoa dan membaca ayat kursi dan shalawat Nariyah, adakah hal lain yang dapat saya lakukan agar saya dapat membantu orang tanpa harus membuat saya sakit, terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
sari_1tem[ad]yahoo.com
Jawab
Jika profesi anda memang tukang pijat, ya mijat saja sesuai dengan ilmu perpijatan, dan terus belajar lebih ahli memijat. Tetapi jangan dicampuradukkan antara ilmu tasawuf dengan profesi pemijatan. Karena dalam dunia Sufi lebih berbicara tentang kesehatan ruhani agar bisa menempuh Jalan menuju Allah Robbul ‘Izzah dengan aturan-aturan khusus.
Anda bisa menyerap energi negative seseorang tidak ada kaitannya dengan ajaran Sufi, walau pun sebagian para Sufi – di luar kehendaknya dan bukan karena ikhtiarnya – diberi anugerah
menetralisir hal-hal negative yang lebih hakiki, atas izin Allah swt. Yaitu negatifnya jiwa, buruknya akhlaq, hancurnya qalbu, dan degradasinya iman.
Selama anda merasa bisa menyerap energi negative, pada saat yang sama anda telah kehilangan Allah swt, karena “keakuan” anda muncul di situ, lalu anda merasa bisa dan mampu. Keakuan itulah awal hijab antara anda dengan Allah Ta’ala. Lebih mengerikan bukan?
Mungkin yang sedang anda lakukan adalah laku ilmu hikmah, bukan laku dunia sufi. Dan hal ini sering saya bahas, karena perbedaannya sangat jauh.
Kalau anda yang ahli massage, kebetulan juga menjalankan thariqah Sufi, maka antara pemijatan dan kesufian harus dipisahkan, agar tidak syubhat dalam jiwa anda. Lalu seseorang akan membuka sebuah profesi “Pijat ala Sufi”. Pasti bertambah runyam.



