Dicari, Doctor Akhlaq

Yang paling memprihatinkan adalah akhlak bangsa kita, tentunya. Dan yang paling menyentuh rasa di nurani kita, khususnya para pemimpin kita yang menjadi tauladan anak muda, malah meneladankan akhlak yang kurang baik. Sampai-sampai pemberitaan mengenai kriminalitas dari kelas teri sampai kelas berdasi, seperti ditanggapi dengan darah dingin, seakan-akan menjadi kewajaran social belaka.
Kita perlu membangun konsep bersama-sama  tentang akhlaq ini. Darimana, dengan apa, seperti apa, caranya bagaimana, arah dan tujuan karakter seperti apa? Tentu tidak hanya menjadi tanggung jawab para pendidik, seperti guru, ustadz, Kyai dan Ulama saja, namun juga harus melibatkan seluruh elemen kehidupan, khususnya orang tua.

Harus dibaca juga..

Bagaimana kita menjadi bangsa dan ummat yang diteladani, menjadi bangsa terbaik diantara bangsa-bangsa yang ada, manakala kita bayangkan bahwa 20 tahun yang akan dating, anak-anak usia remaja kita, mahasiswa kita, yang kelak memegang kendali, pengambil keputusan  dimasa depan?

Coba kita lihat dengan kejernihan hati, apakah anak-anak kita ini mampu? Anak didik kita di sekolah ini mampu? Anak-anak yang sekarang tumbuh remaja dan menjelang dewasa dengan kemampuan pengetahuan dan mentalnya mampu?[pagebreak]

>Doctor akhlak
Disinilah pentingnya diagnosa atas penyakit-penyakit moral bangsa kita. Dan itu harus butuh banyak dokter akhlak yang benar-benar saleh, mengenal anatomi psikhologi bangsa ini, kemudian mampu mengurai benang kusutnya, dan memintal menjadi kain indah, untuk baju kebangsaan kita.

Pendidikan agama benar-benar jadi tuntutan, sekaligus harus jadi tuntunan. Agama harus dijadikan standar penilaian prestasi siswa, karena tanopa pengetahuan agama yang benar, seluruh ilmu pengetahuan seseoerang akan berubah jadi kejahatan moral. Itulah disebut sebagai kebutaan kemanusiaan yang sangat mengerikan.

Bangsa kita harus banyak melahirkan dokter-dokter akhlak. Seluruh lembaga pendidikan, tempat pengajian, keluarga, pesantren, harus dijadikan Puskesmas Moral. Tanpa kita punya keberanian memulainya, kita, secara kolektif akan berdosa semua atas nasib akhlak generasi muda kita.

Tugas para dokter akhlak perlu didiskusikan secara kolektif dengan membentangkan berbagai penyakit moral secara keseluruhan. Pemerintah harus mendukung upaya-upaya dari bawah, karena tanpa instrument dan koridor kebijakannya, upaya-upaya mereka ini akan banyak mengalami kendala. Tetapi pemerintah juga jangan terlalu intervensi atas upaya mulia ini. Cukuplah pihak atau departemen terkait memberikan dukungan besar atas usahan membangun moral bangsa ini.
Sumber-sumber moral dari ajaran agama, dari fatwa para Ulama, kisah-kisah para Nabi, kepahlawanan bangsa kita dahulu, tojkoh-tokoh besar dunia, dan kearifan orang-orang Sufi, sudah banyak dalam tumpukan pustaka kita.

Mari kita mulai dari diri kita sendiri, dengan Bismillahirrohmaanirrohim, niat yang ikhlas, keyakinan yang dalam, Insya Allah.!!!

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.