Mesra dengan Allah Swt
Abu Abdullah an-Nasaj ra mengatakan, “sesungguhnya Allah swt memiliki syurga di dunia, siapa pun yang masuk akan aman. Sungguh indah dan sebaik-baik tempat kembali.”
Ditanya, “Syurga apakah itu?”
“Mesra bersama Allah swt.” Jawabnya.
Dalam sebagian kitabnya Allah Ta’ala berfirman, “Wali-wali dan KekasihKu, bernikmat-nikmatlah kalian dengan mengingatKu, dan bersukacitalah denganKu. Akulah senikma-nikmat Tuhan bagimu di dunia dan di akhirat.”
Abu Bakr al-Wasithy ditanya, “Apakah anda ingin makanan?”
“Ya,” jawabnya.
“Makanan apa?”
“Satu suapan dari dzikrullah, dengan kejernihan yaqin, dan di atas sajian ma’rifat, dengan tegukan air husnudzon dari wadah ridlo Allah swt.”
Diriwayatkan Allah swt, berfirman kepada Nabi Ibrahim as, “Tahukan kamu mengapa Aku jadikan dirimu sebagai Al-Khalil (sahabat dekat)?”
“Tidak,” jawab Ibrahim as.
“Karena hatimu tak pernah lupa padaKu, dan dalam situasi apa pun dirimu tak pernah melupakanKu…”
“Jika bukan karena Engkau memerintahkan kami berdzikir kepadaMu, siapakah yang berani mengingatMu? Karena keagungan dan kebesaranMu…..?”
Sungguh mengherankan bagaimana orang yang berdzikir, hatinya masih ada dalam tubuhnya ketika mengingat keagunganMu!
Aku diberi sebelum meminta
Diriwayatkan, bahwa Allah swt, berfirman kepada Nabi Musa as, “Wahai Musa, sesungguhnya aku tidak menerima sholat dan dzikir kecuali pada orang yang tunduk pada keagunganKu, hatinya terus menerus takut padaKu dan usianya dihabiskan untuk mengingatKu.
Wahai Musa!Orang seperti itu, ibarat syurga firdaus di antara syurga, rasanya tak pernah berubah, daunnya tak pernah kering, maka Aku jadikan rasa takutnya sebagai rasa aman baginya, dan kujadikan cahaya ketika dalam kegelapan, dan Aku ijabahi sebelum berdoa, serta Aku beri sebelum meminta kepadaKu.”
Dalam suatu hadits disebutkan, Allah swt, berfirman: “Siapa yang sibuk dzikir padaKu jauh dari meminta padaKu, akan Aku beri sesuatu yang lebih utama dibanding yang Kuberikan mereka yang meminta padaKu.”
Teguran pada Nabi Ya’qub as
Diriwayatkan bahwa Nabi Ya’qub as, ketika munajat, “Oh kasihan sekali Yusuf…” Maka Allah swt menurunkan wahyu, “Sampai kapan kamu ingat Yusuf terus? Apakah Yusuf itu makhlukmu, atau rizkimu, atau yang memberimu kenabian? Maka demi kemuliaanKu, seandainya kamu mengingatKu, dan kamu sibuk mengingatKu dengan menepis ingatan yang lain, sungguh Aku bebaskan derita dalam dirimu seketika!”
Maka, Nabi Ya’qub tahu atas kesalahannya dalam mengingat dan menyebut Yusuf, lalu ia pun membungkam lisannya.



