Assalamu’alaikum Wr. Wb
Kyai Luqman Hakim yang terhormat, saya mau tanya, bagaimana jawaban tentang pesan berikut:
Orang Tua berpesan: Ikut hati mati.. ikut nafsu lesu. ikut akallah bagus.. kecuali orang yg telah
terpilih oleh Allah swt seperti Nabi Khaidir dan sebagainya boleh menggunakan kata hati.. kita orang awam gunakan akal bersandarkan syariat..
Syukron jazakumullah Khoir..Amiiin
Wasalamu’alaikum Wr. Wb
zfiveson@xxxxx.com
Jawab:
Hati dan rahasia hati adalah tempat terbitnya Cahaya-cahaya Ilahi, justru mengikuti kata hati yang hakiki itulah yang benar, seperti sabda Rasulullah saw, “Mintalah fatwa pada hatimu…”
Akal adalah mata hati, sedangkan nafsu adalah kebinatangan kita dalam batin ini. Mampukah hati mengendalikannya, itulah tugas hati sebagai pemimpin batin kita. Kalau hatinya buruk pasti mengikuti selera nafsunya, tapi kalau hatinya bagus pasti mengikuti ruhnya.
Akal senantiasa berbicara soal baik dan buruk, haq dan bathil. Akal memberi informasi pada hati. Hati yang mengambil keputusan, sebagaimana diungkapkan oleh Ibnu Athaillah as-Sakandary, “Cahaya memiliki fungsi membuka. Matahati (akal) memberi hukum (apakah itu haq atau bathil), dan hati yang memutuskan (menerima atau menolak)”



