Anak-anak sekalian….
Ma’rifat itu kokoh dan tertanam. Kokoh dalam hati para waliNya, dan tertanam di hati musuh-musuhNya pada mulanya, kemudian dicabut di akhirnya. Bagi orang yang mendapatkan pertolongan, janganlah terpaku pada pertolongan itu sendiri dan merasa aman dari cobaanNya, begitu juga orang yang terhinakan jangan sampai putus asa dari rahmat Tuhannya.
Kadang seseorang bermimpi indah tentang seseorang, padahal itu adalah Istidroj dari Allah Ta’ala. Sebagaimana lelaki dari penduduk Syam mendatangi Al-Ala’ bin Ziyad, dan mengatakan, “Semalam aku bermimpi tentang dirimu, seakan-akan anda ini ahli syurga.”
Lalu al-Ala’ meninggalkan majlisnya dan menangis, sembari berkata, “Sungguh, siapa tahu ini cobaan dari Allah!”
Asal usul Istidroj Lupa pada Allah Ta’ala.
Dikatakan, “Sumber Istidroj adalah lupa pada Allah Ta’ala, merasa cukup dengan selain
Allah Ta’ala, bergantung dengan selainNya dan berpaling dariNya menuju lainNya.”
Tidak bisa disebut sebagai orang yang mendalami hakikat ma’rifat, hanya karena ia terjebak oleh banyaknya amal ibadah dan ilmu pengetahuan. Sebab Iblis pun pernah jadi gurunya malaikat, namun pada akhirnya ia memandang kehebatan dirinya dan ibadahnya. Lalu ia meninggalkan perintah Allah, sehingga ia termasuk kalangan yang terlaknati, yang terlempar dari Allah selamanya.
Makanya, hati-hati, jangan terjebak oleh sikap merasa sibuk beribadah, merasa suci jiwanya, sebab Barshish, seorang yang kufur pada Allah setelah beriman, dan Bal’am, keduanya adalah
paling ahli ibadah di zamannya dan paling bagus perilakunya. Namun di akhir hayatnya malah memandang diri sendiri dan hawa nafsunya, lalu keduanya terhinakan di dunia dan di akhirat.
Jangan anda terperdaya hanya karena anda bergaul dengan orang-orang saleh dan ahli zuhud, tanpa anda sendiri mengikuti jejak mereka. Sebab bergabung dalam keakraban, seandainya bermanfaat, pastilah isteri Nabi Nuh meraih manfaat, begitu juga isterinya Nabi Luth. Karena jebakan tipudaya itu salah satu tangga dari tangga Istidroj.
Allah swt, berfirman: “Janganlah kalian terjebak tipudaya kehidupan dunia dan jangan terjebak tipudaya diri kalian karena (merasa) bersama Allah.”
“Wahai manusia apa yang memperdayaimu sehingga kamu mendustai Tuhanmu?”
Syetan mendatangi ahli zuhud lalu mengatakan: “Hai waliyullah, hai orang yang terbaik dari
kalangan manusia, lihatlah anugerah dan karomah yang diberikan Tuhanmu, taqarrub dan kemesraan dariNya!”
Tidak ragu lagi, malaikat memandang gerak-gerikmu dan
diammu, kebaikan perilaku hatimu, dan engkau lebih hebat dari siapa pun di eramu, manusia mana pun tidak pernah melupakan anda.”
Nah, sampai akhirnya berbagai godaan dan tipudaya syetan. Jika saja Allah Ta’ala melimpahkan karunia dan rahmatNya, dan membuka matanya atas rekayasa musuh-musuh-Nya, dan ia naik ke derajat dengan rahasia batinnya menuju hamparan QudratNya, maka selamatlah ia dari tangga Istidroj yang berliku.
Ketahuilah, hati kaum pecinta senantiasa dicemasi oleh datangnya Istidroj seperti sebuah gelombang samudera, hingga seluruh dirinya benar-benar bersama Allah dan hanya bagi Allah Ta’ala.
Saya pernah melihat sebuah syair dalam satu tongkat:
Setiap dosa ada ampunan bagimu
Selain dosa berpaling dariKu.
Kukatakan:
Bila aku berpaling, aku bertobat
Aku kembali sambung seperti semula
Tak ada dosa selain aku
Memandang diri dalam cinta
Lalu aku tersiksa.
oleh :Syeikh Ahmad ar-Rifa’y



