Assalamu’alaikum Wr. Wb
Firman Allah swt: “Siapa yang tersesat maka ia tidak akan menemukan wali yang mursyid.”
Bagaimana mencari mursyid yang bisa menghantarkan sampai kehadiratNya
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Sunyoto- lampirpeyot[ad]yahoo.co.id
54823xxx, 0819541xxx
Jawab
Dulu pernah kita muat mengenai kriteria mursyid ini, namun sebagai simpulnya saja kami ungkap, agar mereka yang belum membaca bisa mencerna kembali. Secara sederhana Ibnu Athaillah as-Sakandary menegaskan:
- Janganlah berguru kepada orang yang kata dan lakunya, tidak menunjukkan kepadamu dan membangkitkan dirimu menuju kepada Allah swt.
- Setiap Ulama yang tidak disertai karakter rasa takut dan cinta kepada Allah swt, maka yang bukan tergolong sang pewaris (Nabi saw.)
- Syeikhmu, bukanlah orang yang kamu mendengar kata-katanya, tetapi Syeikhmu adalah ketika dirimu meraih cahayanya.
- Syeikhmu bukanlah orang yang engkau dapatkan wacana-wacananya, tetapi Syeikhmu adalah orang yang menjalankan rahasia isyaratnya kepadamu.
- Syeikhmu bukanlah orang yang mengajaknya ke Pintu Allah. Tetapi Syeikhmu adalah yang membukakan hijab antara dirimu dengan Allah swt.
- Syeikhmu bukanlah orang yang engkau dihadapkan dengan kata-katanya, tetapi Syeikhmu adalah orang yang membangkitkan kondisi ruhanmu melaluinya.
- Syeikhmu adalah yang mengeluarkan dirimu dari penjara hawa nafsu, dan memasukkanmu kepada Al-Maula (Tuhan) swt.
- Syeikhmu yang senantiasa menggosok cermin hatimu agar cemerlang, hingga memancarlah cahaya-cahaya Tuhanmu.
- Syeikhmu-lah yang membangkitkan dirimu kepada Allah swt, lalu engkau bengkit kepadaNya. Menuntunmu menuju kepada Allah hingga engkau sampai di hadapanNya, menggandengmu hinggamempertemukanmu di hadapanNya. Lalu beliau mendorongmu dalam Cahaya Hadrah Ilahiyah, dan ia berkata, “Inilah dirimu dan inilah Tuhanmu.” Maka di situlah ada wilayah dari Allah swt, tempah limpahan anugerah dariNya, hamparan pertemuan denganNya. Bila Allah swt, berkehendak seseorang akan diabadikan dalam ketenggelaman di Lautan Fana’, dan bila Dia berkehendak, bisa dikembalikan ke Pantai Baqo’ dalam manifestasi hakikat yang sesungguhnya.
Silakan anda merenungkan..!



