Assalamu’alaikum wr. wb.
Pak Kyai Luqman yang saya hormati, saya seorang mahasiswa yang juga pernah belajar thoriqoh, tapi belum baiat.
Mengapa saat bersama orang-orang saleh saya selalu ingat akan keberadaan Allah Swt, dan seakan gerak-gerik saya selalu diawasi. sehingga tak ada sedikitpun hasrat untuk melakukan maksiat kepada Allah Swt, dan merasa sangat tenang.
Tapi ketika saya ditempat lain (sendiri). entah kenapa diri ini memang sengaja ingin melupakan Allah Swt, agar bisa berbuat maksiat. Saya memang sadar Allah Swt, Maha mengetahui, tapi dorongan nafsu saya selalu lebih kuat. Apakah ini pertanda bahwa saya memang seorang munafiq?
Tolong nasihatnya, iman saya masih sangat lemah, walaupun saya sudah sering mendengar tentang pengajian tauhid, tapi jarang sekali saya mampu menghayatinya. Apakah yang harus saya lakukan agar saya merasakan hakikat iman kepada Allah Swt.?
Sekian terima kasih. semoga pak Kyai senantiasa mendapat kemulyaan di Sisi Allah Swt.
Wassalamualaikum wr. wb.
Heru Setiawan
JAWAB:
Amiiin….
Buatlah suasana rutin (istiqomah) untuk bermajlis dengan para Ulamna yang shaleh.Sering pula bermuhasabah (koreksi diri), dengan ketegasan pada diri sendiri untuk tidak mengulang.
Hayati kajian tauhid dengan terus memohon agar dibuka hidayah oleh Allah Swt. Karena hanya Dialah yang bias membuka pintu hidayah itu.
Jika kamu ingin maksiat itu tandanya Allah Swt hendak menurunkan kehinaan bagimu. Jika Allah hendak mengangkat derajatmu maka, Allah membukakan pintu taat padaNya, dan menutup pintu nafsumu.



