Dikabulkannya doa: Ijabah atau Istidroj?

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Bagaimana cara mengetahui bahwa doa-doa (saya) dikabulkan karena memang itu yang terbaik untuk saya dari-Nya, atau semua itu hanya istidroj?

Harus dibaca juga..

Terima kasih atas penjelasannya

Wasalamu’alaikum Wr. W
blue bells – bluebell.ku@xxxx.xxx
Jawab:
Orang yang rela atas pilihan Allah dalam doa-doanya, sesungguhnya orang itu diijabah oleh Allah swt, walau pun belum diberi.

Orang yang semakin dekat dan semakin syukur kepada Allah atas terkabulnya doa, itu pertanda mendapatkan Ijabah dariNya. Dan sebaliknya ketika belum juga terkabulkan ia tetap rela dan sabar.
Orang yang lebih senang ditakdirkan bermunajat dan berdoa, bukan senangnya karena dikabulkan doanya, adalah pertanda Allah mengijabahnya, dan membuka pintu-pintuNya.

“Syeikh Abul Hasan asy-Syadzily ra, mengatakan, “Hnedaknya kegembiraan doamu bukan pada pengabulan doamu dan tertunaikan hajatmu. Tetapi hendaknya engkau bergembira karena dianugerahi bisa munajat kepadaNya. Jika tidak demikian anda bisa tergolong orang-orang yang terhijab.”
Sedangkan orang yang ditimpa Istidroj, adalah ketika berdoa lebih banyak “memaksa” Allah agar menuruti seleranya, lebih banyak menggedor-gedor Allah agar segera diberi. Sesungguhnya ketika ia diberi, hakikatnya bukan diijabah, tetapi diusir, dan itulah Istidroj.

Istidrojnya para pendoa, adalah ketika ia asyik dengan pengkabulan-pengkabulan, lupa pada Allah yang dihadapinya ketika berdoa.

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.