Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pak Kyai, saya wanita berusia 37 tahun, mau bertanya tentang diri saya, yang saat ini mengalami kegelisahan. Ini bermula dari omongan kawan-kawan saya yang tidak saya dengar langsung, kalau saya ini orang suka sinis, suka mencibir dan suka muncul iri dengki pada orang lain. Tahunya baru saat-saat terakhir ini, yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan.
Tetapi kalau saya koreksi diri sendiri, kayaknya ada benarnya. Saya ini memang agak sinis dengan siapa saja, terutama yang memiliki kelebihan di banding saya. Apakah saya takut tersaingi atau gimana gitu, sehingga saya tidak bisa terbuka hati saya dengan orang tersebut.
Saya harus beristighfar berkali-kali, dan sangat benci dengan diri sendiri. Kenapa ini semua terjadi pada diri saya? Bisakah watak sinis saya ini dihilangkan dan dibuang jauh jauh ke dasar samudera sana? Tolong kami diberi arahan, agar hati kami tidak gelisah terus menerus dengan keadaan saya ini. Terimakasih atas arahannya.
Wasalamu’alaikum Wr. Wb.
Martha – Martha-99-xxx@xxxx.com
Jawab:
Saudari Martha, sikap-sikap yang muncul dalam pribadi anda seperti itu, juga banyak menggelayuti kaum wanita modern saat ini. Kalau kita sinis, sesungguhnya yang sinis adalah kebinatangan kita, nafsu kita, bukan akal sehat dan hati kita. Sinis adalah wujud dari keangkuhan dan kesombongan kita. Ego kita muncul dan pada saat yang sama kebenaran dan kebajikan serta kepatuhan kepada Allah Ta’ala tersingkirkan. Ini sungguh mengerikan, bukan?
Coba renungkan kata-kata ini:
Siapa yang sinis kepada sesama, ia akan kehilangan rasa bahagia dan terhimpit keangkuhannya sendiri.
Siapa yang sinis kepada orang tuanya, ia akan kehilangan aroma syurgawinya.
Siapa yang sinis kepada saudara-saudara kandungnya, ia akan kehilangan sepenggal dirinya.
Siapa yang sinis kepada anak-anaknya, ia akan kehilangan kehormatannya.
Siapa yuang sinis kepada gurunya, ia akan tercerabut barokah manfaat ilmunya.
Siapa yang sinis kepada orang yang dicintainya, ia akan terbelenggu oleh cemburunya
Siapa yang sinis pada kebajikan, ia akan tertutup dari kebenaran.
Siapa yang sinis pada kebenaran, ia akan terlempar dalam gelapnya kebodohan.
Siapa yang sinis pada amal ibadah, ia akan memakai baju kemunafikan.
Tapi jangan lupa anda mulai ini semua dengan tekad dan niat yang kuat, memberssihkan hati dari kotoran nafsu dan syetan, meraih kecemerlangan ridho dan cinta Allah Swt.
Teruslah berdzikir kapan dan dimana saja, terutama Ismud Dzat Allah Allah dalam hatimu.
Jangan pula Husnudzon kepada Allah Rabbul Izzah dan husnudzon kepada sesama.



