Keseimbangan Hidup

Ada kesalahan-kesalahan yang sudah membudaya dalam cara pandang beragama, bahwa hidup harus seimbang antara dunia dan akhirat, antara materi dan spiritual, antara yang nyata dan yang tersembunyi. Lalu yang terjadi tumpang tindih. Dunia menindih akhirat, dan akhirat dikendalikan dunia, materi menjadi spirit, dan spiritual dimanfaatkan jadi industri ekonomi.

Harus dibaca juga..

Apakah anda juga menganut pandangan seperti itu, atas nama keseimbangan hidup? Padahal yang dimaksud dengan keseimbangan hidup adalah menyeimbangkan diri dengan Kehendak-kehendak Ilahi, berserasi, berselaras dalam perintah dan laranganNya, dalam nikmat dan cobaanNya, dalam Taat dan saat anda maksiat padaNya.

Keseimbangan baru terjadi bila anda mewujudkan kehambaan agar bisa bergantung pada Sifat–sifat KetuhananNya, sehingga cermin hati tak bergoyang, iman menduduki rasa yaqinnya, dan yaqin menjadi transparansi CahayaNya.

Seluruh proses hidup yang kita jalani dalam rangka menuju keseimbangan itu. Bukan membelah jiwa menjadi dua, satu sisi untuk dunia dan satu sisi untuk akhirat, satu sisi untuk makhluk dan satu sisi untuk Allah swt. Bila semua sisi untuk akhirat, dunia akan mendukung. Bila semua sisi untuk Allah, segala hal selain Allah akan mendukung. Semua terasa berat jika kita jalani bersama diri sendiri, bukan bersama Allah swt.

Wasalam KHM Luqman Hakim MA

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.