Menjelaskan pada Anak,Siapa Allah itu?

Assalamu’alaikum wr. wb. 
Anak saya berumur 6 tahun, sekolah di TK. Tiba-tiba mulai bertanya yang aneh-aneh, saya tidak ngerti cara menjawabnya. Habis pertanyaannya, seperti Allah itu siapa ya Maa? Boleh nggak saya ketemu sekarang? Pokoknya kalau sudah kemana-mana saya slimurkan ke dongeng-dongeng Nabi-nabi.

Harus dibaca juga..

Kapan-kapan dia tanya lagi. Saya kadang resah saja, bagaimana dia bisa memahami dengan usianya yang masih enam tahun itu. Mungkin Ibu bisa bantu, semoga berguna bagi kami dan ibu-ibu atau bapak-bapak yang punya anak seusia anak saya.

Wassalamualaikum wr. wb.
Mariana Magdalena – Kalimantan Barat – Mary_Mag@xxxx.xxx

JAWAB:
Memang Mbak, pertanyaan seperti itu sangat umum muncul pada usia-usia perteumbuhan seusia anak Mbak. Anak saya pun juga di usia yang sama sering bertanya yang aneh-aneh. Tetapi Mbak nggak usah kawatir ya? Itu pertanda anak sedang bergairah dengan ajaran agama, dan bagi anak-anak pertanyaan itu tidak membuat mereka jadi menderita gara-gara memendam pertanyaan itu.

Di bawah ini ada secuil kisah yang ada kemiripan dengan kelucuan anak-anak kita:

Si anak bertanya pada ayahnya:

”Ayah,  Allah itu sebesar apa ya?”
“Oh, Maha Besar, saking Maha Besarnya tidak bisa diukur. Kamu suka membayangkan Allah ya?”
“Ya Ayah…karena penasaran saja…”
“Allah itu diyakini di hatimu, Allah itu Ada. Tetapi adanya beda dengan ada kita?”
”Lho kok beda bagaimana Yah?”
“Ada kita ini bisa dibayangkan. Ada tempatnya. Ada bentuknya. Ada warnanya. Ada baunya. Ada arahnya. Ada ukurannya. Kalau Tuhan tidak bisa dibayangkan, karena warna, bentuk, bau, tempat, arah, waktu, tidak pas untuk Tuhan. Semua itu ciptaanNya, kamu juga ciptaanNya, bayanganmu itu juga ciptaanNya. Masak kursi akan sama dengan manusia yang bikin kursi….”

”Lalu bagaimana donk Yah, kita kenal dengan Allah?”
“Kamu tadi pagi bangun jam berapa?”
”Jam 5 Yah?”
”Siapa yang menidurkan dan membangunkan kamu?”
”Ndak tahu Yah?”
”Nah yang membangunkan kamu pasti Yang Tidak Pernah Tidur, Tidak Pernah Kantuk, Tidak Pernah Lelah, Tidak Pernah Bosan, dan Pasti Sangat Sayang kepadamu…”

”Terus Yah?”
”Nah kalau kamu ingin kenal  seseorang yang kamu kenal pertama apanya?”
”Namanya donk Yah…”
“Kalau begitu, kamu sebut saja setiap saat nama Tuhan. ALLAH…Allah…Allah…Lama-lama kamu kenal Dia dengan akrab…”
Si anak manggut-manggut saja. Wallahu A’lam.

Nah, kisah ini jadi renungan kita bersama Mbak, semoga bisa membuat kita mudah mengenalkan Allah pada anak-anak.

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.