Assalamu ‘alaikum wr.wb.
Setelah bulan Ramadhan saya dan teman-teman setiap malam Jum’at atau malam Sabtu akan mengadakan Yasinan di suatu tempat,kos-kos-an atau di tepi kali Gadog.
Yang menjadi persoalan saya adalah, saya yang diminta memimpin Yasinan tersebut,juga diminta untuk memberi kultum.Nah,saya ini jarang sekali ikut Yasinan secara rutin, bisa dibilang hampir tidak pernah.Bila saya ikut Yasinan saya hanya mendengarkan apa yang dibaca dan tetap berdzikir dalam hati.Karena bila ikut membaca saya selalu tertinggal, karena dalam membaca huruf arab saya agak lambat. Bila membaca latinnya saya kurang sreg, karena ada beberapa huruf apa yang tertulis pada latinnya berbeda dengan huruf arabnya.
Soal memberi kultum, saya merasa kurang pantas, apalagi dalam acara Yasinan.Kalau hanya dialog bisa saya bisa kasih masukan-masukan/info-info dalam dunia tasawuf. Apa yang harus saya lakukan pak?
Sekian,terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr.wb
Iwan (b6e5c2o1@plasa)
Jawab:
Itu tantangan bagi anda untuk lebih tekun belajar Al-Qur’an. Sehari rutinkan baca Al-Qur’an minimal satu ‘ain.
Nah, anda juga jangan bangga bisa berdialog tentang dunia Sufi, juga jangan merasa terlambat untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan fasih, juga jangan minder ketika disuruh jadi imam Yasinan, juga jangan merasa punya nilai lebih karena anda jadi imam Yasinan atau bias memberi kultum. Biasa-biasa saja.



