Assalamu’alaikum Wr.Wb
Yang terhormat pengasuh, saya mengalami masalah rumit dalam keluarga. Suami saya jatuh cinta kepada adik kandung saya sendiri, begitu mabuk akan perasaannya kepada adik saya hingga dia merasa jenuh melakukan semua pekerjaan, memikirkan keluarga dan putra kami dan seperti orang linglung jika ada sesuatu yang kurang disukai dia dilakukan adik saya. Kalau saya ingatkan maka suami saya ini akan marah sekali kepada saya.
Suami saya sudah mengutarakan perasaannya kepada adik saya dan sempat meninggalkan saya dan putra kami hampir satu bulan. Sepulang dari riyadhahnya itu (begitu pamitnya kepada saya) saya kira dia memang masih sayang pada rumah tangga kami, tapi selalu yang dia utarakan adalah perpisahan.
Saya tidak mau perpisahan seperti itu karena Allah yang mempertemukan kami dan saya hanya ingin dipisahkan ajal jika tiba menjemput. Apa yang harus saya lakukan dan bagaimana seharusnya saya bersikap menhadapi suami saya, dia selalu bilang kalau dia jatuh cinta pada adik saya sebelum kami menikah dan dia hanya kasihan kepada saya.
Apa benar keputusan saya mempertahankan pernikahan kami dengan keadaan seperti ini (saya takut membicarakan ini dengan orangtua, karena saya takut jadi beban pikiran mereka dan merasa belum banyak memberi kebahagiaan pada mereka) mohon jawabannya terima kasih
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
nur indah utami- indah_ut4mi[ad]yahoo.com
Jawab
Orang cinta biasanya buta. Antara cinta dan kenyataan hidup, membuatnya jadi kabur. Ia dalam buar-buar asmaranya, dan anda dalam kenyataan pahit anda sendiri. Apakah ada jaminan, jika ia mengawini adik anda dan berpisah dengan anda, ia jadi bahagia? Adik anda juga bahagia? Apakah cinta sebagai pertimbangan paling fundamental untuk membina rumah tangga ke depan? Betapa banyak pasangan yang hanya mengandalkan cinta, berakhir dengan prahara?
Saya ikut prihatin. Tetapi, sebagai seorang lelaki mestinya sejak awal ia tegas. Tanpa sikap itu, ia akan sulit jadi pemimpin rumahtangga. Ia telah kehilangan kearifan, sekaligus membiarkan dirinya jadi korban imajinasinya, obsesinya sendiri. Adik anda sendiri sedang dimabuk asmara tanpa sedikitpun melihat kenyataan dan fakta akal sehat.
Tetapi dalam kejadian ini, banyak hikmah yang harus anda petik:
- Ada sikap-sikap yang mesti harus anda rubah dalam diri anda sendiri. Jangan bersembunyi dibalik alibi, “Aku ya seperti ini,…terserah….”. Itu hanya alibi untuk tidak mau berubah.
- Cobalah dekati baik-baik adik kandung anda, dengan mengungkapkan berbagai resiko yang buruk, baik ketika ia benar-benar akan merebut suami anda, atau sembunyi-sembunyi.
- Jika anda tidak mampu, coba gunakan pihak ketiga yang dipercaya oleh adik anda, dan oleh anda sendiri, agar hal ini tidak bocor.
- Mohon kepada Allah agar dibukakan pintu hati suami anda, agar disadarkan, serta maafkan dia, dan pohonkan ampunan kepada Allah dosa-dosanya. Awali do’a-do’a anda dengan istighfar 100 x, sholawat Nabi 100 x, dan berdoalah dengan kepasrahan jiwa.
- Lakukan semua itu tanpa putus asa dan tanpa kebencian. Lebih dari itu semua, lakukan sholat istikhoroh.



