Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pak Yai Luqman yang terhormat, saya selalu merasa resah dalam hidup, antara hati dan pikiran selalu bertolak belakang terkadang nafsu dan pikiran lebih dominan menguasai diri, mohon solusinya langkah apa yang harus saya lakukan.
Wasalamu’alaikum Wr. Wb.
Didi marsidi-didimarsidi@xxxx.com
Jawab:
Hatimu mestinya untuk Allah, bukan untuk dunia, bukan untuk rekayasa. Pikiranmu untuk bekerja memenuhi tuntutan dunia, agar menjadi ladang bagi akhiratmu. Bukan sebaliknya, ibadahmu untuk mendukung duniamu, itu salah kaprah.
Hati terus berdzikir, agar pikiranmu terang. Hati tempatnya pasrah, ridho, ikhlas, syukur dan cinta. Pikiran mendukung seluruh kehendak hati, dan pikiran andalah instrument dan kendaraan hati di dunia ini.
Coba renungkan dan pilah, apakah yang bertentangan dengan pikiranmu itu adalah nafsu dan seleramu atau hatimu?
Banyak orang mengatakan ini sesuai dengan isi hatiku, tetapi sebenarnya ia sedang menegaskan bahwa itu hanyalah sesuai dengan selera nafsunya. Bedanya, hati ingin bersama Allah, menuju Allah hanya bagi Allah. Sedangkan nafsu tidak ingin bersama Allah, tidak ingin menuju Allah. Yang dipikirkan nafsu hanyalah enaknya, untungnya, asyiknya, dan sebagainya.



