Assalamu’alaikum Wr. Wb.
YTH Bapak Kyai Luqman yang saya hormati, saya mau tanya, pak yai apakah sesuatu yang kita pilih baik dengan sholat istikharoh atau tidak adalah ketentuan Allah, soalnya saya merasakan hidup ini setiap saat setiap waktu selalu dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang saya tidak tahu apa akhirnya, mohon pencerahan terima kasih.
Wasalamu’alaikum Wr. Wb.
Harun – santoswijaya822@xxx.xxx
Jawab:
Allah swt selalu menggelar hamparan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang manfaat dan mana yang mafsadah. Manusia diuji, apakah akan menentukan pilihannya didasarkan pada kebenaran dari Allah Ta’ala melalui ajaran yang dibawa oleh Rasul, sahabat, tabi’iin, auliya’, mujtahidin dan Ulama yang sholeh, atau manusia memilih selera yang didasarkan oleh hawa nafsu dan syetannya? Ujian itu akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah swt kelak di akhirat.
Sholat istikhoroh anda lakukan bila anda ragu terhadap dua kebaikan. Misalnya anda istikhoroh soal jodoh, jika seseorang yang anda istikhorohi itu baik, belum tentu itu jadi jodoh anda. Tapi kalau memang takdirnya jodoh anda, Insya Allah akan baik.
Bila anda istikhoroh soal siapa yang manfaat barokah dunia akhirat pemimpin di daerah anda, lalu anda mendapat isyarat bahwa si A yang baik, maka belum tentu si A itu pasti menang dalam Pilkada. Menang dan kalah, bukan berarti yang menang pasti akan bermanfaat dunia akhirat, dan yang kalah tidak bermanfaat. Berpikir demikian sangat salah.
”Mintalah fatwa pada hatimu”, demikian sabda Nabi Saw. Biasakan menuruti kata hati paling dalam, kata hati yang tidak dipengaruhi oleh selera nafsu yang biasa berpihak pada kepentingan diri sendiri, ego atau selera.



