Assalamu’alaikum wr. wb.
Utadz, saya mohon penjelasan dari ayat ”Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu
nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS.An Anfaal: 53). Karena ada sebagian kita yang sudah mati-matian berusaha dan bersabar serta berdo’a namun usahanya lebih banyak ruginya.
Wassalamualaikum wr. wb.
Enalia – enalia25@xxxx.xxx – 021-928xxxx
JAWAB:
Manusia ketika berusaha mati-matian, berdoa, bersabar, sekali pun, manusia tidak tahu akan masa depannya. Apalagi jika seluruh usahanya diliputi oleh ambisi dan hasrat nafsunya, maka semakin gelap. Karena itu nafsunya harus dirubah, ditransformasi, agar ia memiliki kesadaran yang terang benderang.
Tanpa kesadaran akan cahaya Ilahi yang melimpah padanya, ia justru terpuruk dalam kegelapan yang dikira berada dalam nuansa cahaya. Itu yang disebut istidroj. Cover dan kulitnya nikmat dan serasa anugerah, tetapi isinya bencana.



